Sabtu, 29 September 2012

Definisi mengenai masa remaja



MASA REMAJA

Kata remaja berasal dari bahasa latin yaitu adolescere (kata bendanya, adolescentia yang berarti remaja) yang berarti “tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolescence mempunyai arti yang cukup luas: mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. ( Piaget ). Dengan mengatakan poin- poin sebagai berikut secara psikologis masa remaja :
1. usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa
2. usia dimana anak tidak merasa dibawah tingkat orang –orang yang lebih tua melainkan berada pada tingkatan yang sama, sekurang –kurangnya masalah hak.
3. integrasi dalam masyarakat dewasa mempunyai banyalah aspek afektif
4. kurang lebih berhubungan dengan masa puber
5. transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkan untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa.

Usia remaja menurut buku Harlock ini awal remaja sekitar usia 13 tahun sampai dengan 16 tahun dan akhir masa remaja sekitar usia 17 tahun sampai 18 tahun.

Ciri – ciri masa remaja
1. masa remaja sebagai periode yang penting
perkembangan fisik dan psikis yang sama cepat memerlukan remaja untuk menyesuaikan diri didalam sikap dan mental remaja tersebut. Hal ini dikarenakan adanya perubahan yang dari anak - anak keremaja.
2. masa remaja adalah sebagai periode peralihan
adanya peralihan dari masa kanak-kanak keremaja hal ini berarti bahwa bekas –bekas pada masa kanak-kanak akan sangat mempengaruhi remaja nantinya.
3. masa remaja sebagai periode perubahan
ada beberapa perubahan dan bersifat universal: meningginya emosi, yang intensitasnya tergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis, perubahan tubuh, perubahan minat dan peran, perubahan nilai-nilai yang diakibatkan oleh perubahan minat dan peran dan perubahan pada adanya keinginan kebebasan dan mereka takut bertanggung jawab terhadap sikap-sikapnya.
4. masa remaja sebagai usia bermasalah
mengapa mengalami kesulitan : satu karena sebagian masalah semasa kanak-kanak diselesaikan oleh ortu dan guru –guru, kedua karena remaja merasa mandiri mereka ingin mengatasi masalah sendiri. Hal ini yang menyebabkan remaja sulit mengatasi masla-masalahnya.
5. masa remaja sebagai masa mencari identitas
mereka lambat laun akan mendambakan identitas diri mereka sendiri yang merasa berbeda dengan teman- temannya, dengan menggunakan simbol-simbol yang menurut mereka pantas dibanggakan kapada semua teman-teman sebanyanya.
6. masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan
adanya stereotipe yang menganggap remaja sebagai masa yang tidak rapi, tidak dapat dipercaya dan merusak. Hal ini menimbulkan ketakutan pada remaja jika bersama orang dewasa. Karena hal ini sudah melekat pada sebagian besar orang dewasa pada umumnya.
7. masa remaja sebagai masa yang tidak realistik
remaja mempunyai pandangan bahwa dunia sebagai sesuai keinginannya dan tidak sebagai mana kenyataanya, oleh karena hal tersebut remaja meninggi emosinya apabila gagal dan disakiti hatinya. Remaja lambat laun akan mengerti secara rasional dan realistik sesuai bertambahnya pengalamannya.

TUGAS PERKEMBANGAN MASA REMAJA
1. menerima keadaan fisik yang baru dan diperluakan perbaikan pada konsep ini sehingga remaja mampu berpenampilan diri dan mencapai apa yang dicita-citakan.
2. menerima peran seks pada remaja
3. mempelajari hubungan dengan para remaja baik dengan sejenis ataupun lain jenis.
4. mendambakan kemandirian secara emosianal dan perilaku.
5. pendidikan dan sekolah tinggi menekankan pentingnya intelektual.
6. tugas untuk mengembangkan perilaku sosial yang bertanggung jawab.
7. kecenderungan kawin muda menyebabkan persiapan perkawinan menjadi sangat penting dalam kehidupan remaja.

PERUBAHAN TUBUH PADA MASA REMAJA

1. tinggi : rata – rata anak perempuan memiliki tinggi yang matang pada usia 17 th dan 18 th, laki-laki setahun kemudian.
2. berat : mengikuti pertumbuhan tinggi badan.
3. proporsi tubuh : badan melebar dan memanjang sehingga anggota badan tidak terlalu panjang.
4. organs seks : ukuran yang matang pada akhir remaja, tetapi fungsinya matang beberapa tahun kemudian.
5. ciri –ciri seks sekunder mulai nampak muncul.

KEADAAN EMOSI PADA MASA REMAJA

Emosi pada remaja meninggi dikarenakan oleh perubahan fisik dan kelenjar. Pola emosi remaja sama dengan pola emosi pada kanak – kanak yang terutama pada adanya ketidakadilan sehingga menyebabkan marah pada remaja. Pada remaja dalam meluapakan emosi dengan cara menggerutu, mengkritik dengan suara keras dan berdiam. Kematangan emosi pada remaja tercapai apabila remaja sudah mampu menontrol emosinya sesuai dengan tempatnya dan menerima informasi sebelum meluapkan apa yang menjadi ganjalannya. Dalam memperoleh kematangan emosional remaja harus dapat berbagi dengan orang lain mengenai masalah-masalahnya.

PERUBAHAN SOSIAL

Penyesuaian sosial pada remaja merupakan hal yang penting dalam kehidupannya untuk mencapai pola sosialisasi dewasa. Hal yang terpenting dan tersulit adalah : pengaruh teman sebaya, perubahan dalam perilaku sosial, nilai – nilai baru dalam seleksi persahabatan, dalam kepemimpinan, dalam dukungan dan penolakan sosial.

BEBERAPA MINAT PADA REMAJA

1. minat rekreasi : permainan dan olah raga.
2. minat sosial : pesta, minum-minuman keras, obat-obatan terlarang, percakapan, menolong orang lain, peristiwa dunia dan kritik dan pembaruan.
3. minat pribadi : minat pada penampilan diri, minat pada pakaian, minat pada prestasi, minat pada kemandirian dan minat pada uang.
4. minat pendidikan
5. minat pada pekerjaan.
6. minat pada agama.
7. minat pada simbol dan status.

PERUBAHAN MORAL PADA REMAJA

1. perubahan moral individu makin lama makin menjadi abstrak dan kurang kongkret.
2. keyakinan moral lebih terpusat pada apa yang benar dan kurang pada apa yang salah. Keadilan muncul sebagai kekuatan yang dominan.
3. penilaian moral semakin kognitif, mendorong remaja untuk lebih berani mengambil keputusan pelbagai hal mengenai moral.
4. penilaian moral menjadi kurang egosentris.
5. penilaian moral lebih bersifat sebagai hal yang mahal dan merupakan bahan emosi dan menimbulkan ketegangan psikologis.

MINAT SEKS PADA REMAJA

Alasan – alasan yang umum untuk berkencan selama masa remaja ;
1. merupakan hiburan bagi individu.
2. sosialisasi.
3. status dalam teman sebaya.
4. masa pacaran.
5. pemilihan teman hidup.



PERUBAHAN KEPRIBADIAN MASA REMAJA

Kepribadian pada masa remaja cenderung untuk memeperbaikinya, remaja berpandangan bahwa kepribadian yang baik akan memudahkan mereka untuk berhubungan sosial dan bisa lebih diterima.

Kondisi – kondisi yang mempengaruhi konsep diri : usia kematangan pada remaja, penampilan diri, kepatutan seks, nama dan julukan, hubungan keluarga, teman-teman sebaya, kreativitas dan cita-cita.

BAHAYA- BAHAYA YANG UMUM PADA MASA REMAJA

1. tidak bertanggung jawab, dalam menyepelekan tugas –tugas sekolah dengan lebih memilih bersenang – senang dam mendapat dukungan sosial.
2. sikap yang terlalu PD dan agresif.
3. perasaan tidak aman, sehingga remaja cenderung patuh terhadap kelompoknya.
4. merasa ingin pulang jika berada pada lingkungan yang tidak dikenal.
5. perasaan menyerah.
6. terlalu banyak berkhayal.
7. mundur ketingkatan perilaku sebelumnya untuk menarik perhatian.
8. mengguanakan ego defense : rasionalisasi, proyeksi, berkhayal dan memindahkan.

BAB II
MASA DEWASA DINI

Masa dewasa dini yakni apabila individu menginjak usia 18 th sampai batasan 40 th.

CIRI- CIRI MASA DEWASA DINI

1. masa pengaturan
masa ini berarti bahwa remaja harus membiasakan diri dengan berbagai macam tuntutan menjdi orang dewasa, tentunya berebda dengan masa remaja sebelumnya. Hal ini terkait dengan pekerjaaan, pola hidup.
2. sebagai usia reproduktif
oramgtua merupakan peran yang penting dalam kehidupan mereka.
3. sebagai masa bermasalah
awal masa dewasa merupakan masa yang sulit bagi kebanyakan orang karena harus menyesuaikan diri terhadap tugas-tugas perkembangan masa dewasa. Aspek –aspek yang berkaitan adalah keluarga, karir.
4. masa ketegangan emosional.
5. masa keterasingan sosial
dapat dijelaskan bahwa setelah remaja menginjak dewasa cenderung untuk sedikit demi sedikit meniggalkan kelompoknya nmasing-masing. hal initerjdi karena kesibukan pada pekerjaan dan keluarga mereka, sehingga aktivitas dalam pershabatan tergantikan sebagian oleh persaingan dalam karir dipekerjaan.
6. masa komitmen
masa dewasa dini sebagai periode komitmen terhadap diri sendiri tentang cita-cita dan ambisi untuk karir. Sehingga masa ini merupakan komitmen dalam hal pola tanggung jawab minimal tethadap diri sendiri.
7. masa ketergantungan.
8. masa perubahan nilai
9. masa penyesuaian diri dengan gaya hidup baru
10. masa kreativ

TUGAS PERKEMBANGAN PADA MASA DEWASA DINI

Adapun tugas-tugasya adalah sbb: mendapatkan suatu pekerjaan, memilih seorang teman hidup, belajar bersama dengan pasangannya, membentuk suatu keluarga, membesarkan anak-anak, mengelola rumah tangga, menerima tangguang jawab sebagai warga negara dan menjadi anggota kelompok sosial yang diras cocok. Bantuan untuk menguasai tugas-tugas perkembangan :
1. efisiensi fisik : 20 sd 25 th merupakan usia yang sangat produktif.
2. kemampuan motorik : pada usia 20 – 30 th yang puncak kekuatannya, tetapi respon terbaik pada usia 20-25 th.
3. kemampuan mental.
4. motivasi yang besar untuk dapat mencapai usaha yang maksimal dalam melaksanakan tugas masa dewasa dini.
5. model peran ideal bagi kehidupannya.

PERUBAHAN MINAT

Hal-hal yang mempengaruhi perubahan minat sbb :
1. perubahan dalam kondisi kesehatan
2. perubahan dalam status ekonomi
3. perubahan dalam pola kehidupan.
4. perubahan dalam nilai.
5. perubahan peran seks.
6. perubahan dari status belum menikah ke menikah.
7. menjadi orang tua
8. perubahan kesenangan.
9. perubahan dalam tekanan budaya dan lingkungan.

Beberapa macam minat pribadi pada masa dewasa dini : penampilan, pakaian dan perhiasan, simbol kedewasaan, simbol status, uang dan agama.

Peran pakaian pada masa dewasa dini :
1. meningkatkan penampilan.
2. indikasi status sosial.
3. individualitas.
4. prestasi sosio ekonomi.
5. meningkatkan daya tarik.

Rekreasi
Kegiatan yang berupaya untuk memperoleh kesenangan batin dan kepuasan jiwa setelah mengalami kejenuhan terhadap rutinitas.
Faktor-faktor yang mempengaruhi rekreasi pada masa deawasa
1. kesehatan individu
2. waktunya.
3. status perkawinan.
4. status sosio ekonomi.
5. jenis kelamin
6. penerimaan sosial terhadap individu tersebut.

Beberapa macam bentuk rekreasi : berbincang- bincang, berdansa, dan berolah raga.
Hiburan – hiburan yang populer dikalangan dewasa dini adalah : membaca, mendengarkan musik, film, radio, televisi.

MINAT SOSIAL

Pada masa ini orang dewasa dini sering merasa kesepian terhadap dunia sekiatarnya karena teman – teman meraka sudah berpencar memiliki keluarga dan yang lainnya. Begitu pula pada orang- orang yang sudah menikah mereka cenderung rindu pada teman-teman sebyanya dulu pada remaja. Dalam beberapa hal ada semacam perubahan dan pergeseran yang sering dan banyak terjadi pada kehidupannya adalah : perubahan dalam peran serta sosial, perubahan dalam persahabatan dan perubahan dalam kelompok sosial.

Beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi sosial pada masa dewasa dini
1. mobilitas sosial
2. status sosio ekonomi
3. lamanya tinggal dalam masyarakat tersebut.
4. kelas sosial.
5. lingkungan.
6. jenis kelamin.
7. umur kematangan seksual.
8. urutan kelahiran


KONSEP PERAN SEKS DEWASA

1. konsep tradisional : menekankan pola perilaku tertentu dan tidak memasukkan minat dan kemampuan, yang muncul adalah maskulin.
a. pria : diluar rumah pria seabagai posisi berwenang dan dirumah sebagai pencari nafkah, pembuat keputusan, penasehat dan tokoh yang mendisiplinkan anak-anaknya.
b. wanita : konsep kepuasan wanita lewat pengabdian terhadap orang lain yakni suaminya.

2. konsep egalitarian : persamaan antara derajat laki-laki dan wanita
a. pria : dirumah ataupun diluar wanita dan laki – laki sedreajat dan saling bekerjasama.
b. wanita : terjadi kesamaan dengan pria bahwa tidak ada diskriminasi dalam mengaktualisasikan dirinya.



RINTANGAN YANG MENGHAMBAT PENGUASAAN TUGAS PERKEMBANGAN PADA MASA DEWASA DINI

1. dasar yang kurang memadai pada waktu sebelum dewasa
2. hambatan fisik
3. latihan yang tidak runtut
4. perlindungan yang berlebihan
5. pengaruh teman sebaya yang berkepanjangan.
6. aspirasi yang tidak realistik.
Usia remaja menurut  Harlock adalah masa awal remaja sekitar usia 13 tahun
     sampai dengan 16 tahun dan akhir masa remaja sekitar usia 17 tahun sampai 18 tahun.
A.  Pengertian
Pendidikan Agama Kristen (PAK) untuk Pemuda bermaksud sebagai suatu usaha terencana untuk mempertemukan pemuda dengan Kristus melalui Injil, sehingga mereka mampu melihat diri sendiri sebagai pribadi yang sementara berkembang dalam segala hal, sekaligus memiliki tanggung jawab untuk medewasakan iman dan kasih, dan mampu merespon serta mengung-kapkannya dalam relasi dengan Allah dan sesama, maupun dalam keterlibatannya di dalam gereja.
[1]

B. Tujuan
PAK Pemuda menolong para pemuda dan pemudi menyadari pengungkapan diri Allah dan mencari kasih dalam Yesus Kristus dan meresponnya dalam iman dan kasih, dan sampai akhirnya maka mereka boleh mengenal siapa mereka dan apa makna situasi kemanusiaan mereka yang bertumbuh sebagai putra-putri Allah yang berakar dalam paguyuban Kristen, hidup dalam Roh Allah dalam segenap hubungan-hubungan, memenuhi tugas kemuridan bersama dalam dunia, serta tinggal dalam pengharapan Kristen.
[2]

C. Sasaran
1. Tingkat Usia: 18-25 tahun (Pemuda)
2. Tugas perkembangan dan ciri-ciri yang hendaknya sudah dicapai:
2.a. Perkembangan Jasmani/Fisik [3]

Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan fisik dan psikologis pada waktu-waktu yang dapat diramalkan. Dan puncak efesiensi fisik biasanya dicapai pada usia pertengahan dua puluhan. Pada masa ini dapat dikatakan sebagai usia reproduktif.

2.b. Perkembangan Kognitif [4]
Pada tahap Formal Operasional
  • Pada tahap ini perkembangan intelektual pemuda mencapai titik akhir puncaknya. Semua hal yang berikutnya sebenarnya merupakan perluasan, penerapan, dan penghalusan dari pola pemikiran ini.
  • Pemuda sudah mampu memasuki dunia logis yang berlaku secara mutlak dan universal yaitu dunia idealitas paling tinggi.
  • Dan pemuda dalam menyelesaikan suatu masalah maka ia langsung memasuki masalahnya. Ia sudah mampu mencoba beberapa penyelesaian secara konkrit dan hanya melihat akibat langsung usaha-usahanya untuk menyelesaikan masalah itu.
  • Pemuda juga sudah mulai mempelajari bahwa sebuah konstruksi teoritis atau sebuah visi utopis hanya memiliki nilai dari relasi bagaimana hal itu tersusun dalam kenyataan.
  • Pemuda juga sudah mampu menyadari keterbatasan baik yang ada pada dirinya maupun yang berhubungan dengan realitas di lingkungan hidupnya.
  • Pemuda dalam menyelesaikan masalahnya juga memikirkannya terlebih dahulu secara teoretis. Ia menganalisis masalahnya dengan penyelesaian berbagai hipotesis yang mungkin ada. Atas dasar analisanya ini, ia lalu membuat suatu strategi penyelesaian secara verbal. Yang kemudian mengajukan pendapat-pendapat tertentu yang sering disebut sebagai proporsi, kemudian mencari sintesa dan relasi antara proporsi yang berbeda-beda tadi.
2.c. Perkembangan Psikososial


Pada tahap Keintiman lawan Isolasi [5]
  • Dalam tahap ini pemuda siap dan ingin untuk menyatukan identitasnya dengan orang-orang lain. Mereka mendambakan hubungan-hubungan intim-akrab, dan persaudaraan, serta siap mengembangkan daya-daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan daya-daya yang dibutuhkan untuk memenuhi komitmen-komitmen ini meskipun mereka harus berkorban.
  • Para pemuda dalam tahap ini untuk pertama kalinya mereka mengembangkan daya-daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan genitalitas seksual yang sesungguhnya dalam hubungan timbal balik dengan mitra yang dicintainya.[6]
2.d. Perkembangan Pengambilan Keputusan Moral[7]


  • Pada tahap ini tindakan benar cenderung dimengerti dari segi-segi hak individual yang umum dan dari segi patokan-patokan yang sudah dikaji dengan kritis dan disetujui oleh masyarakat.
  • Ada kesadaran yang jelas bahwa nilai-nilai dan opini pribadi itu relatif dan oleh karenanya perlu adanya peraturan prosedural untuk mencapai kesepakatan bersama.
2.e. Perkembangan Iman
Tahap Individual-reflektif [8]
  • Tahap ini ditandai dengan lahirnya refleksi kritis atas seluruh pendapat, keyakinan dan nilai (religius) lama. Pemuda mulai menyadari bahwa seluruh sistem keyakinan, pandangan hidup, nilai dan komitmennya harus ditinjau kembali, diperiksa secara kritis, diganti, atau disusun ulang agar dapat menjadi sebuah sistem pemikiran dan arti relevan yang lebih eksplisit.
  • Pemuda mulai dapat berefleksi dari kesanggupannya sendiri sebagai subyek yang aktif, kritis, dan kreatif. Dengan kata lain otoritas yang awalnya berada di luar dirinya, maka dalam tahap ini justru berada di dalam dirinya sendiri.
D. Lingkungan dan Suasana Pembelajaran
1. Lingkungan
Randolph Crump Miller[9]
 menyatakan lingkungan pembelajaran PAK adalah:
  • rumah
  • sekolah umum
  • gereja
  • masyarakat
2. Pendidik:[10]
  • orang tua
  • guru
  • jemaat
  • masyarakat
3. Suasana Pembelajaran:
  • Mengingat perkembangan kognitif pemuda menunjukkan adanya kemungkinan mereka membuat suatu analisa kritis dan suatu sintesa, juga secara perkembangan kepercayaan pemuda berani menguji kembali semua keyakinan yang sudah diwariskan, maka dapat disebutkan di sini bahwa suasana belajar yang baik adalah suasana belajar yang kondusif. Artinya suatu suasana yang interaktif. Suasana di mana siswa belajar aktif tanpa didikte oleh guru dan memberikan kesempatan buat siswa untuk berpikir dan menganalisa sendiri.[11]
Generasi muda adalah generasi yang begitu penting dipandang dalam berbagai elemen yang ada. Karena pada waktu usia mudalah orang pada masa yang cukup produktif untuk melakukan banyak hal. Masa muda adalah masa dimana titik balik dalam meniti karir ataupun masa depan yang diimpikan. Banyak orang muda tidak menyadari akan hal itu, menjadi tugas dan tanggungjawabnya sebagai anak-anak muda yang hidup didalam Kristus, untuk menjadi garam bagi generasi muda sekarang ini.
"Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda."

            Mazmur 127:4

Dari semua orang yang disebutkan di dalam Alkitab, tidak ada orang yang lebih sering muncul dari Daud. Sejarah kehidupannya dicatat di dalam empat kitab Perjanjian Lama dan disepanjang Alkitab namanya dicatat, bahkan lebih sering daripada Yesus sendiri (Gene A. Getz, David: God´s Man in Faith and Failure, Ventura, Calif.: Regal, 1978, h. 4). Kadang-kadang kita lupa gaya kehidupan Daud yang terus bergerak, perjuangannya dengan Saul, persahabatannya dengan Yonathan, pertumbuhan imannya, dan mungkin kesulitan-kesulitannya dalam pernikahannya (2Samuel 6:16,20-23), yang semuanya terjadi sebelum dia berusia 30 tahun (2Samuel 5:4). Banyak Mazmur yang pasti telah ditulis ketika Daud masih menginjak masa muda dewasa.
Tidak seperti para penulis modern, Alkitab tidak menunjukkan masa muda dewasa sebagai suatu periode usia yang spesifik, akan tetapi, mungkin kebanyakan orang di dalam Alkitab memberi tanda pada sejarah ketika mereka masih muda seperti Daud. Yesus masih muda ketika Dia mengerjakan pelayanan-Nya dan mengubah sejarah. Banyak dari para pemimpin gereja mula-mula yang muncul pada saat mereka masih muda. Mereka semua berjuang, akan tetapi banyak yang dipakai Tuhan dengan cara yang dahsyat. Meskipun masa muda dewasa tidak ditunjukkan secara spesifik di dalam Alkitab, tetapi pada kelompok usia ini banyak mendapat perhatian dan permasalahan yang timbul pada usia tersebut sering disebutkan.
Lewis Joseph Sherrill, The Struggle of the Soul (New York: The MacMillan Company, 1963)hal 131-132
David Ng, Youth in the Community of Disciples (Valley Forge, PA: Judson Press, 1984)hal 21-22.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar