Sabtu, 29 September 2012

Eksposisi KItab Pentateukh



Eksposisi Pentateukh secara rinci
 KITAB KEJADIAN
PASAL 1
Ayat 1
(haššämaºyim) ~yIm:ßV'h; (´ët) taeî (´élöhîm) ~yhi_l{a/ (Bärä´) ar"äB' (Bürë´šît) tyviÞarEB.
`( hä´äºrec) #r

 (Secara keseluruhan ayat 1 dapat dibaca Bürë´šît Bärä´ ´élöhîm ´ët haššämaºyim wü´ët hä´äºrec)

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

 “tyviÞarEB. Bürë´šît à Pada mulanya,” apakah ada sesuatu sebelum ayat 1?
 Istilah tyviÞarEB. Bürë´šît menunjuk kepada satu saat, permulaan dari sesuatu. Permulaan di sini adalah saat Allah menciptakan langit dan bumi. Sebelum ayat 1 sudah ada sesuatu yakni:
1). Yesus dalam kemuliaan bersama Allah Bapa (Yohanes 17:5).
2). Hubungan dalam Allah Tritunggal: Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus (Yohanes 17:24).
3). Rencana Allah menyelamatkan orang-orang pilihan (Efesus 1:4; 1 Petrus 1:20).
4). Malaikat (Ayub 38:6-7)

 Apa arti “ar"äB' Bärä´ Menciptakan”
 Kata Bärä´ menunjuk pada permulaan penciptaan dunia. Ayat 1 tersebut merupakan suatu pernyataan yang mutlak, dan bukannya anak kalimat yang dikaitkan dengan ayat 2. Walaupun demikian hal tersebut tidak menetapkan saat atau waktu penciptaan Allah yang kreatif (hal tersebut dibuktikan dengan kata Bärä´ yang sebelumnya didahului particle preposition B. Bü yang digabungkan dengan kata tyviÞar rë´šît. Istilah Bärä´ menjelaskan adanya usaha untuk menjadikan sesuatu yang baru dari yang belum ada menjadi ada atau tidak memakai bahan yang telah ada. Ibrani 11:3 menyatakan hal ini, demikian juga tekanan utama pada penulisan di Kejadian 1:1. Sebelum penciptaan tak ada fenomena keberadaan apapun. Pandangan ini menyingkirkan anggapan yang menyatakan bahwa materi bersifat kekal. Kata kerja Bärä´ yang dipakai dalam Kejadian 1:1, 21, 27 tidak memakai materi yang telah ada. Dipakai dalam PL hanya untuk kegiatan Allah (Allah Bapa à 1 Korintus 8:5-6; Allah Anak/Yesus à Yohanes 1:1-3, 14-15; Allah Roh Kudus à Kejadian 1:1, 21, 27; 2:3). Kata Bärä´ pada hakekatnya sama dengan asa yang artinya “melakukan, membuat (Kejadian 1:25; Keluaran 20:11; Nehemia 9:6).” Kata ketiga yang dipakai untuk aktivitas Allah yang kreatif adalah Yatsar, artinya “membentuk,” kata ini muncul di Kejadian 2:7.
 Creatio ex nihilio adalah sebuah konsep yang berguna “bila dipahami untuk mengartikan bahwa benda-benda fisik diciptakan dari sumber kemahakuasaan Allah yang tidak bersifat material.”

 Apa arti “~yhi_l{a/ ´élöhîm à Allah”
 Di dalam Kitab Pentateuk (lima kitab Musa) ada beberapa nama Allah. Setiap nama Allah mengandung arti khusus. Dengan mempelajari nama-nama Allah, maka diperoleh pengertian/kebenaran tentang Allah. Istilah Elohim/Allah adalah nama/sebutan yang pertama untuk Allah.
 ´élöhîm adalah nama yang dipakai bagi Allah, dipakai + 2.570 kali dalam Alkitab. ´élöhîm berarti “Dia adalah Allah yang kuat, Pemimpin yang perkasa, Keallahan yang tertinggi.” Bentuk jamaknya bermakna kuasa dan keagungan-Nya luar biasa. Identitas ´élöhîm sebagai Pencipta menangkis beberapa ajaran bidat, antara lain: a). Ateisme , b). Politeisme, c). Panteisme (menyerap/menembus).

 Apa arti “#r ~yIm:ßV'h; taeî ´ët haššämaºyim wü´ët hä´äºrec à Langit dan Bumi”
 Langit dan Bumi adalah semua alam semesta, termasuk luar angkasa dan bumi, kecuali malaikat-malaikat dan surga (Nehemia 9:6). Bumi disediakan untuk keperluan manusia. Dari keadaan yang tidak teratur sampai ke keadaan yang teratur. Oleh firman Allah keadaan bumi makin baik. “Baik” dinilai dari keperluan manusia (menurut manusia).”



Ayat 2
 x:Wråw> ~Ah+t. ynEåP.-l[; %v,xoßw> Whboêw" ‘Whto’ ht'îy>h' #r 2
`~yIM")h; ynEïP.-l[; tp,x,Þr:m. ~yhiêl{a/

2 (wühä´äºrec häytâ töºhû wäböºhû wüHöºšek `al-Pünê tühôm würûªH ´élöhîm müraHeºpet `al-Pünê hammäºyim)

(TB) Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

 Apa arti ht'îy>h' #r (wühä´äºrec häytâ)  Bumi itu telah menjadi (the earth be come) karena häytâ merupakan bentuk verb qal perfect 3rd person feminine singular.

 Apa arti “Whboêw" ‘Whto’ töºhû wäböºhû ” Bumi belum berbentuk dan kosong” apakah ini menjelaskan suatu keadaan yang dihukum Allah?
Whboêw" ‘Whto’ töºhû wäböºhû menjelaskan bahwa Bumi belum siap untuk ditempati manusia (kekosongan tanpa bentuk). Air dan Darat belum dipisahkan, belum ada tanaman atau binatang. Tafsiran yang menyatakan “Bumi belum berbentuk dan kosong” didasarkan pada Yeremia 4:23-26 dan Yesaya 34:11 (menunjuk pada keadaan, sesudah hukuman Allah dijatuh atas dunia). Dari dasar ini terbentuk teori celah (gap theory) bahwa di ayat 1 dan ayat 2 ada celah. Susunan peristiwa:
 1). Bumi diciptakan bersama binatang-binatang (termasuk Dinosaurus) dalam keadaan baik dan lengkap.
 2). Iblis jatuh
 3). Bumi dihancurkan dan semua makhluk dimusnahkan (ayat 2)
 4). Penciptaan kembali; dijelaskan dalam ayat-ayat berikut

 Jelaskan dua teori celah (gap theory), apakah teori celah tersebut mendukung teori Evolusi
 Dua teori Celah
a). Diantara Kejadian 1:1; 1:2 ada selang waktu. Kejadian 1:1 menjelaskan penciptaan pertama, termasuk manusia manusia (manusia purba) berjalan cukup lama untuk meliputi semua periode ilmiah dan yang sekarang dikemukakan oleh para ahli geolog. Pada fosil-fosil (tulang-tulang bekas) baik dari binatang maupun manusia yang ditemukan sekarang berasal dari penciptaan pertama, bukan dari penciptaan kedua. Penciptaan pertama dimusnahkan oleh Allah karena adanya pemberontakan terhadap Iblis (Yesaya 14:12-15; Yehezkiel 28:11-19) kemudian bumi dikembalikan pada keadaan tanpa bentuk dan kosong.
b). Kejadian 1 menceritakan penciptaan umum termasuk manusia sudah ada selama ratusan tahun tetapi manusia yang menurut gambar dan rupa Allah belum ada, kemudian diciptakan Adam yang segambar dan serupa dengan Allah dan fosil-fosil, yang ditemukan dari orang-orang primitif, bukan fosil-fosil dari keturunan Adam tetapi sebelumnya, kemudian Tuhan menciptakan Adam secara khusus.
Jadi jelaslah bahwa dengan memperhatikan susunan peristiwa teori celah atau dua teori celah, maka jelaslah bahwa teori celah mendukung teori evolusi

 Apa tanggapan Anda terhadap teori celah dan bagaimana pengertian yang lebih tepat sehubungan dengan “Bumi belum berbentuk dan kosong”?
 Dasar teori celah sangat lemah. Umumnya teori celah dipakai untuk mencocokkan waktu dalam “Kitab Kejadian” supaya ada zaman-zaman dimana terjadi semua hal yang terdapat dari teori-teori ilmu pengetahuan.
Pengertian yang lebih tepat töºhû wäböºhû adalah bumi disiapkan untuk manusia. Pengertian tersebut didukung oleh:
a). Bentuk kalimat bahasa Ibrani töºhû wäböºhû (Istilah w waw disjuctive) tidak mendukung ada celah diantara ayat 1 dan 2. Istilah waw yang terdapat di awal ayat 2 secara gramatikal merupakan kata sambung pemisah yang artinya “adapun” bukan “dan.” Kata sambung tersebut menandakan bahwa kalimat berikutnya adalah anak kalimat keterangan keadaan, dipakai dalam waktu yang lampau yang sudah selesai. Dengan demikian terjemahnya “Whboêw" ‘Whto’ ht'îy>h' #r wühä´äºrec häytâ töºhû wäböºhû adapun bumi itu become formlessness/confusion/unreality emptiness, namun terjemahan yang kurang tepat berbunyi “bumi menjadi tak berbentuk.” Dalam terjemahan ini waw diperlakukan semata-mata sebagai kata sambung. Kalau ini yang dimaksud, maka tentunya waw akan diikuti oleh kata kerja dalam waktu yang lampau yang sedang berlangsung. Contoh seperti ini terdapat di Kejadian 19:26; Hakim-hakim 11:39; II Raja-raja 17:3. Sebaliknya Kejadian 1:2, kata sambung waw adalah sebagai kata sambung pemisah, sehingga tidak dapat diartikan “menjadi.” Dengan demikian maka penulis kitab Kejadian mengharapkan perhatian diarahkan pada keadaan bumi, “ . . .” dan Zakharia 3:1-3 yang mana waw adalah bersifat memisahkan (diterjemahkan “adapun”) dan tidak diterjemahkan “menjadi.”
b). Menurut Yesaya 45:18 “Allah tidak menciptakan bumi supaya kosong”

 Jelaskan perbedaan teori Evolusi dan Penciptaan serta apa dampaknya bila teori evolusi benar?

Evolusi Penciptaan
1. Planet-planet terjadi karena terkompresnya proton dan neutron
2. Hidup dimulai secara kebetulan pada suatu sel tunggal yang tidak bernyawa
3. Semua zat hidup berasal dari bentuk yang sederhana

4. Manusia adalah puncak proses evolusi
 1. Dunia diciptakan oleh Allah

2. Semua zat yang bernyawa maupun tidak bernyawa diciptakan oleh Allah secara sendiri-sendiri

3. Allah menciptakan makhluk hidup menurut kelompok dan jenisnya
4. Manusia adalah produk langsung dari Allah
BILA TEORI EVOLUSI DIANGGAP BENAR MAKA:
1. Kita tidak perlu Allah karena tidak ada hal-hal yang supranatural (semua terjadi dengan sendirinya)
2. Tanggung-jawab moral manusia tidak ada
3. Nilai-nilai moral tidak ada dasarnya dan hidup tidak ada tujuan. Perhatikan penyataan Nicci sehubungan dengan God is Dead (manusia dari kekosongan menuju kekosongan)
4. Manusia tidak perlu memberi diri/mengabdi kepada Allah
5. Alkitab tidak bisa dipercayai dan kekristenan adalah palsu
 Teori evolusi menyatakan bahwa “berjuta-juta tahun yang lalu zat kimiawi yang terdapat dalam laut digerakkan oleh sinar surya dan tenaga kosmik, kemudian zat-zat tersebut membentuk diri melalui perubahan menjadi organisme bersel tunggal atau lebih, kemudian berkembang melalui suatu perubahan penting dan seleksi alamiah sehingga menjadi tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Charles Darwin sebagai tokoh teori tersebut selanjutnya memberi pernyataan “Saya tak akan memberi teori seleksi alamiah bila memerlukan tambahan mujizat dalam setiap tahapannya.” Darwin menambahkan bahwa supranatural tidak diperlukan dalam teorinya. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Julian Huxley “tak perlu dan tak masuk akal bila kita meminta campur tangan Ilahi dalam perubahan zat dan energi pada saat tertentu dalam sejarah bumi.”
 Rumus dari proses evolusi: P (perubahan) + S (seleksi) A (alamiah) + W (waktu) = EVOLUSI. Perubahan adalah kunci untuk menjelaskan evolusi. Pentingnya perubahan karena evolusi itu terjadi tidak dapat ditekankan berlebih-lebihan. Seleksi alamiah adalah mekanisme yang memelihara bentuk lain yang disebabkan oleh perubahan. Dengan proses demikian keturunan dari suatu organisme secara bertahap diperbaiki bila diberi waktu yang cukup. Waktu dan masa yang lama adalah penting bagi evolusi. Karena perubahan tak sering terjadi, maka dibutuhkan banyak waktu agar cukup bagi terjadinya perubahan yang berfaedah lalu dipertahankan oleh seleksi alamiah, dengan demikian organisme diubah secara efektif menjadi tambah rumit.
 Untuk mempercayai evolusi diperlukan “iman yang luar biasa besarnya.” Percaya yang luar biasa bahwa evolusi bisa menjadikan semua keberadaan dan kehidupan yang lalu dan sekarang melalui suatu kesempatan. Apakah kesempatan berubah melalui kesempatan tertentu? Kemungkinan untuk membentuk sebuah molekul protein sekarang melalui kesempatan ialah 1 berbanding 10 pangkat 243, yaitu angka 1 diikuti oleh angka nol sebanyak 243. Pecahan ini begitu kecil sehingga kemungkinan tersebut disebut nol, 1 kesempatan dari 1, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000,


Harry Rimmer dalam buku The Harmony of Science and Scripture, Michigan: WM. B. Eerdmans Publishing, 1996, p. 63-74 menyatakan mengusulkan harmonisasi Alkitab dengan ilmu pengetahuan:
1. Alkitab berisi kebenaran ilmu pengetahuan, sekalipun fakta-fakta dikemukakan bukan dengan kata-kata ilmiah
2. Alkitab tidak berisi kesalahan dan kekeliruan mengenai ilmu pengetahuan pada masa penulisannya
3. Alkitab tidak setuju dengan kesalahan modern sebagaimana juga menentang kekeliruan kuno
4. Alkitab telah mengantifasi beberapa penemuan dalam beberapa abad ini.


10 bagian tAdôl.At (tôldôt = generations)  “inilah keturunan atau demikian riwayat” dalam kitab Kejadian
1. Keturunan Langit, Bumi dan isinya (1:1-4:26)
 - Langit dan bumi (1:1-2:3)
 - Kebahagiaan manusia (2:4-25)
 - Masuknya dosa (3:1-24)
 - Manusia dalam pembuangan (4:1-26)
2. Keturunan Adam (5:1-6:8)
3. Keturunan Nuh (6:9-9:29)
4. Keturunan anak-anak Nuh (10:1-11:9)
5. Keturunan Sem (11:10-26)
6. Keturunan Terah (11:27-25:11)
7. Keturunan Ismael (25:12-18)
8. Keturunan Ishak (25:19-35:29)
9. Keturunan Esau (36:1-37:1)
10. Keturunan Yakub (37:2-50:26)


Ada empat cara asal mula manusia di bumi ini:
- Dari hubungan suami istri saja
- Dari wanita saja (Tuhan Yesus Kristus)
- Dari laki-laki saja (Hawa)
- Dari Allah saja (Adam)


Pasal 2:5-6
Belum ada semak atau belum ada tumbuh-tumbuhan apapun di padang (bnd. 3:18) karena hujan belum ada, sehingga semak atau tumbuh-tumbuhan apapun di padang belum ada. Setelah kejatuhan, manusia kemudian mendapatkan semak-semak (akibat dosa).

Belum ada hujan. Mungkin ada hubungan dengan air bah. Karena tumbuh-tumbuhan tidak ada sebelum air bah terjadi. Setelah hujan atau air bah manusia menciptakan irigasi.

Ada kabut. Lebih tepat kalau diterjemahkan “aliran” (2:10). Bahasa ibrani menggunakan istilah wünähär yöcë´  aceäyO ‘(Ibr: yöcë´ artinya go to out) rh'n"w> (Ibr: wünähär artinya river). Istilah “sungai mengalir” oleh LAI dapat dipahami sebagai “air yang menyembur ke luar dari dalam tanah.”




Pasal 2:7
Manusia diciptakan oleh Allah dari debu tanah (hm'êd"a]h'ä-!mi ‘rp'[' ~d"ªa'h'( hä|´ädäm `äpär min-h亴ádämâ) memberikan penekanan bahwa sekalipun manusia mulia (Bnd. Kejadian 1:26-27), namun juga adalah ciptaan, artinya walaupun manusia ditinggikan oleh Allah, namun tetap makhluk ciptaan seperti ciptaan lainnya, sehingga tidak boleh sombong. Penciptaan dari debu tanah juga menjelaskan pada nats berikutnya (Kej. 3:19)  merupakan makhluk yang berbuat dosa.

Pasal 2:21
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Istilah TIDUR NYENYAK dalam naskah Ibrani menggunakan kata TarDëmâ (hm'²DEr>T;) yang artinya “tidur yang berasal dari Tuhan Allah. Orang yang terkena TarDëmâ tidak dapat bangun (bnd. Kej. 15:12; 1Sam. 26:12).” Tujuan dari TarDëmâ adalah untuk menginsafkan Adam bahwa ia sendirian di bumi, ia sepi! Adam dipersiapkan secara mental untuk kedatangan Hawa. Ia sendirian di antara semua makhluk tidak ada jodohnya yang sepadan dengannya.

Pasal 2:24-25 relevan dengan Matius 19:5; Markus 10:7-8; 1 Korintus 6:16; Efesus 5:31. 1 Korintus 7:4-5 menjelaskan bahwa seks DIHARUSKAN, dengan alasan:
1. Untuk memuaskan kebutuhan jasmani (1Kor. 7:2)
2. Untuk menyatakan atau sebagai penyataan kasih (1Kor. 7:6-8)
3. Untuk memperoleh keturunan/anak (Kej. 1:18)

Pasal 2-3
Akibat dosa adalah kematian (Kej. 2:17). Kematian yang dimaksudkan dibuktikan pada Kejadian 3:7-9 yaitu kematian rohani yang berakibat pada: kematian jasmani (1Kor. 15:20-24), kematian kedua (Why. 20:12-15).

Pasal 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."  H['_r>z: (zar`äh) artinya Seed, istilah zar`äh digunakan 224 kali dalam PL. Istilah zar`äh berasal dari istilah [r;z< yang merupakan bentuk noun common masculine singular construct suffix 3rd person feminine singular , yang digenapi dalam Matius 1:16; Roma 16:20; Ibrani 12:14. Matius 1:16 menyatakan bahwa Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Istilah h-j merupakan bentuk pronoun relative genitive feminine singular from o[j yang artinya who, which. Feminime berarti tidak ada unsur laki-laki atau menunjuk pada “benih perempuan.” Adapun nubuat tentang Mesias mengandung tiga hal: (1) Allah akan menunjukkan kepada Hawa bahwa Iblis bukan temannya tetapi musuh yang dasyat sekali. (2) Allah akan menimbulkan permusuhan antara pengikut Iblis dan umat Allah, (3) Wakil keturunan perempuan (umat Allah  Mesias) akan menghancurkan Iblis di salib, namun Ia mengalami kematian.

Pasal 3:16
Hawa akan “birahi” kepada Adam dan Adam akan berkuasa atas Hawa. Istilah “berahi” %teêq'WvåT.( (Tüšûºqätëºk) berarti dorongan, keinginan, yang dapat diartikan lebih lanjut bahwa Hawa ada keinginan untuk berkuasa di atas suami.

Adam memberikan dua nama kepada “tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kej. 2:21).
 Perempuan hV'êai (´iššâ, Kej. 2:23), karena berhubungan dengan asalnya.
 Hawa hW"+x; (Hawwâ, Kej 3:20), karena merupakan Ibu dari semua yang hidup. Ada harapan Adam bahwa ada kehidupan walaupun ada kematian. Hawa artinya hidup, yang juga berarti ada kehidupan yang berlangsung terus-menerus.

Penerapan Pasal 3-4
1. Tidak ada yang baik di luar Tuhan, usaha manusia untuk memperbaiki diri dan menyelamatkan sia-sia
2. Allah terkadang memberikan kesempatan kedua bagi manusia untuk bertobat
3. Pengakuan akan dosa oleh manusia melepaskan dari rasa bersalah/malu
4. Selalu ada konsekuensi terhadap dosa sebab Allah mahatahu
5. Terkadang untuk hal-hal tertentu lebih penting sikap hati dari perbuatan

Pasal 5
Pasal 5 yang berprikop “Keturunan Adam” tidak menjelaskan kronolgi keturunan Adam melainkan mengungkapkan bahwa dosa mengakibatkan kematian.

Pasal 5:1 Adam dibuat Allah menurut rupa Allah, beberapa pandangan tentang rupa Alllah:
1. MARTHEN LUTHER
 Semua manusia memiliki pengetahuan tentang Allah sebagai pencipta. Pengetahuan tersebut adalah pikiran manusia yang sudah terbentuk di dalam konsep sehingga manusia dapat “melihat” Allah, dengan cara bagaimanapun sulit untuk menghilangkan pikiran itu. Karena manusia memiliki sisa gambar Allah walaupun manusia telah jatuh dalam dosa.
2. JHON CALVIN
 Dalam diri manusia masih terdapat gambar Allah, karena itu secara universal manusia akan mengetahui tentang adanya Allah, berusaha menyembah Dia dan mencari hidup yang kekal. Ini yang disebut Calvin “Divinitas Sensum” yaitu adanya suatu kesadaran berdasarkan intuisi natural yang ada di dalam pikiran manusia bahwa Allah itu ada.
3. CARL BARH
 Gambar Allah telah hilang karena jatuh ke dalam dosa, dengan cara apapun tidak akan ditemukan cara untuk berhubungan dengan Allah.

Pasal 5:24
Henokh (Ing: Enoch) hidup bergaul dengan Allah. Dalam naskah Ibrani bertuliskan ~yhi_l{a/h'¥-ta, %Anàx] %LEïh;t.YIw: (wayyithallëk Hánôk ´et-hä|´élöhîm). Istilah “hidup bergaul (LAI)” digunakan kata %LEïh;t.YIw: (wayyithallëk) dimana w> merupakan bentuk particle conjunction, dan %Le’h;t.YI merupakan bentuk verb hithpael waw consec imperfect 3rd person masculine singular yang berasal dari akar kata %l;h', yang dapat diterjemahkan to walk to and fro (berjalan ke sana kemari). Hithpael imperfect menjelaskan bahwa Henokh BERBUAT UNTUK DIRI SENDIRI guna bersama, berjalan dengan Allah, ini merupakan inisiatif Henokh bergaul dengan Allah karena ia melihat orang-orang sebelum dia mengalami kematian. Yudas 14-15 menjelaskan bahwa Henokh percaya pada Tuhan yang akan menghakimi orang-orang fasik.

Pasal 6:3
Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." Naskah Ibrani bertuliskan:
 aWhå ~G:ßv;B. ~l'ê[ol. ‘~d"a'b'( yxiÛWr !Ad’y"-al{) hw"©hy> rm,aYOæw: 3
`hn")v' ~yrIßf.[,w> ha'îme wym'êy" Wyæh'w> rf"+b'
(wayyöº´mer yhwh(´ädönäy) lö|´-yädôn rûHî bä|´ädäm lü`öläm BüšaGGam hû´ bäSär wühäyû yämäyw më´â wü`eSrîm šänâ). IIIstilah “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia” menggunakan kalimat ~l'ê[ol. ‘~d"a'b'( yxiÛWr !Ad’y"-al{) (lö|´- yädôn rûHî bä|´ädäm lü`öläm). Istilah “tidak akan tinggal” dari kata !Ad’y"-al{) (lö|´- yädôn) merupakan gabungan dari kata al{ particle negative dan !wD verb qal imperfect 3rd person masculine singular yang artinya not to contend (bukan untuk bersaing/berbantah). Sedangkan “selama-lamanya” dari kata ~l'ê[ol> (lü`öläm) merupakan gabungan dari kata ol> particle preposition dan ~l'A[ noun common masculine singular absolute yang artinya long duration (durasi panjang, selama-lamanya). Jadi, Roh TUHAN tidak akan berbantahan dengan manusia” artinya Tuhan tidak akan menahan kejahatan ataupun menginsafkan manusia akan dosa-dosanya selama-lamanya melalui Roh-Nya. Dia mengambil keputusan untuk menghukum manusia yang berontak dan melawan-Nya.

Pasal 6:6 “maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya `AB*li-la, bCeÞ[;t.YIw: #r ~x,N"åYIw: (wayyinnäºHem yhwh(´ädönäy) Kî|-`äSâ ´et-hä|´ädäm Bä´äºrec wayyit`accëb ´el-liBBô). Istilah yang digunakan LAI “menyesallah TUHAN” dari istilah Ibrani hw"ëhy> ~x,N"åYIw: (wayyinnäºHem yhwh(´ädönäy)). Secara khusus istilah “menyesal (~x,N"åYIw wayyinnäºHem) dapat dijelaskan bahwa bentuk w> merupakan particle conjunction dan ~x;n merupakan verb niphal waw consec imperfect 3rd person masculine, singular yang artinya to be sorry (menjadi menyesal). Hal ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa pribadi Allah berubah, namun dalam hubungan-Nya dengan manusia bisa berubah. Penekanan Kejadian 6:6 bukan pada Allah yang berubah melainkan pada Allah yang tidak berubah, khususnya dikaitkan dengan Kejadian 3:15 bahwa sekalipun “benih perempuan” tidak lama lagi akan musnah karena dosa, dan mengancam maksud Allah, namun Allah tetap (tidak berubah) untuk merencanakan penebusan (keselamatan).


Kejadian 7:22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. 23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu. Bagaiman cara Nuh memelihara binatang-binatang yang bersama-sama dengannya? Nuh dan keluarganya pasti memberi makan binatang-binatang itu, namun yang terlebih penting adalah Allah sendiri yang memelihara, sebab Allah tidak lalai/mengingat (8:1)  memelihara, melindungi dan menyelamatkan. Selanjutnya binatang-binatang tersebut tidak berkembang biak di dalam bahtera, karena untuk sementara waktu dilambatkan fungsi tubuhnya (bnd. 8:17  segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi."





Penerapan Kejadian 5-9
1. Hiduplah saleh dihadapan-Nya
2. Kejahatan ataupun dosa senantiasa mendukakan hati Allah
3. Selalu ada kesempatan untuk dipulihkan bagi orang yang sungguh-sungguh kepada-Nya
4. Allah senantiasa menunjukkan kasih-Nya pada manusia
5. Taat pada perintah Allah mendatangkan keberhasilan
6. Jangan menjadi pribadi yang terpengaruh oleh lingkungan, melainkan harus memberi pengaruh.

Pasal 14
Melkisedek menjadi penting karena, menyatakan:
1. Posisinya lebih tinggi dari Abraham
2. Silsilahnya tidak diketahui
3. Kekal (menjadi imam besar bukan karena keturunan Lewi tetapi menurut peraturan Melkisedek, Mazmur 110:4; Ibr. 7:1-10)

Kemunduran Lot dalam dosa:
1. Lot berkemah di dekat Sodom (13:12)
2. Diam di Sodom (14:12)
3. Duduk di pintu gerbang Sodom (19:1)

Malak artinya “utusan” mengandung gagasan yang terang, seseorang diutus untuk melakukan suatu tugas (misi), berbicara seperti Allah dan selama itu (berbicara seperti Allah) disamakan dengan Allah.

Keturunan Hagar yang tidak terhitung (25:12) akan hidup di atas dasar jaminan PERJANJIAN SETELAH AIR BAH (bnd. 8:21) tetapi tidak dalam TERTIB ABADI yang diberikan kepada benih Abram yang dijanjikan.

Kejadian 16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya." KELEDAI LIAR merupakan gambaran bagi bangsa yang bebas menembara, namun merupakan sasaran empuk perburuan di padang pasir.


Kejadian 16:15 Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. Keturunan Ismael menurut Kejadian 25:13 (Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam) adalah Kedar Nebayot 13 Berdasarkan Yesaya 60:7 (Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku) merupakan nubuatan di masa mendatang bahwa keturunan Ismael akan dibawa untuk “persembahan” kepada Tuhan (menerima Yesus).

Nama Abram menjadi Abraham
Genesis 17:5
 yKi² ~h'êr"b.a; ‘^m.vi hy"Üh'w> ~r"_b.a; ^ßm.vi-ta, dA[± arEîQ'yI-al{w> 5
`^yTi(t;n> ~yIßAG !Amïh]-ba;
BHT wülö´-yiqqärë´ `ôd ´et-šimkä ´abräm wühäyâ šimkä ´abrähäm Kî ´ab-hámôn Gôyìm nütaTTîºkä 5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Jadi ada penambahan h (h).

Nama Sarai menjadi Sarah
 ar"îq.ti-al{ ^êT.v.ai yr:äf' ~h'êr"b.a;-la, ‘~yhil{a/ rm,aYOÝw: Genesis 17:15
`Hm'(v. hr"Þf' yKiî yr"_f' Hm'Þv.-ta,
BHT wayyöº´mer ´élöhîm ´el-´abrähäm Säray ´išTükä lö´-tiqrä´ ´et-šümäh Säräy Kî Särâ šümäh. Jadi ada penambahan kamets h (h). 15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. 16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya." Penambahan he (h') pada nama Abraham dan Sarah bermakna bahwa mereka tidak percaya akan mendapatkan anak. Juga menyatakan bahwa Allah akan menepati janji-Nya untuk memberikan anak kepada Abraham dan Sarah.

Makna Sahabat Allah yang menunjuk pada pribadi Abraham (Yak 2:23). Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."
1. Mengalami proteksi/pemeliharaan Ilahi yang definitif  2Taw 20:7 Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya?
2. Mengetahui hal-hal yang rahasia (secret)  Yohanes 15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
3. Menentukan Perkara  Amos 3 7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

3 Alasan Abraham menipu Abimelekh (Kej 20:1-18)
1. Abraham berpikir takut akan Allah tidak ada di Gerar (ay. 11)
2. Abraham benar adalah saudara Sarai [satu bapak lain ibu] (ay. 12)
3. Abraham yakin Allah menyertainya sekalipun dengan prinsip yang salah (ay. 13)
Kejadian 20: 1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing. 2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara. 3 Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami." 4 Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? 5 Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci." 6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia. 7 Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau." 8 Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu. 9 Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: "Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku." 10 Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: "Apakah maksudmu, maka engkau melakukan hal ini?" 11 Lalu Abraham berkata: "Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku. 12 Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku. 13 Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku." 14 Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya. 15 Dan Abimelekh berkata: "Negeriku ini terbuka untuk engkau; menetaplah, di mana engkau suka." 16 Lalu katanya kepada Sara: "Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan." 17 Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak. 18 Sebab tadinya TUHAN telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.


PENGERTIAN MENGUJI/MENCOBAI DALAM ALKITAB
1. Manusia diuji oleh sesamanya (ahli Taurat menguji murid-murid)
2. Manusia menguji diri sendiri (sebelum Perjamuan Kudus [Yn.: domimazo]; dan kegiatan-kegiatan lain [Yn.: peirazo]). Tujuannya adalah agar jangan menjadi angkuh/tertipu mengenai keadaan rohani (sendiri)
3. Manusia mencobai Allah (dengan tindakan/kelakuan sehingga merisaukan hati Allah)
4. Allah menguji umat-Nya (Tujuannya: Allah membawa umat-Nya kedalam keadaan-keadaan tertentu sehingga umat-Nya menjadi berkualitas dari segi iman atau penyerahan diri. Akibatnya: setiap orang percaya dapat melihat siapa dirinya dan semakin mengandalkan Allah)
5. Iblis mencobai manusia (cara-cara Iblis mencobai manusia tidak melebihi batas-batas yang diijinkan Allah)

Kejadian 21: 9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. Naskah Ibrani bertuliskan
 ~h'Þr"b.a;l. hd"îl.y"-rv,a] tyrI±c.Mih; rg"ôh'-!B,-ta,( hr"øf' ar`qxe(c;m.
waTTëºre´ Särâ ´e|t-Ben-hägär hammicrît ´ášer-yäldâ lü´abrähäm mücaHëq
Istilah “main” dalam bahwa Ibrani qxe(c;m. (mücaHëq) yang merupakan bentuk verb piel participle masculine singular absolute dari akar kata qxc. yang dapat diartikan to jest (mengolok-olok).
Istilah qxe(c;m. (mücaHëq) diparalelkan dalam Perjanjian Baru terdapat pada Roma 9:7-9 “melampiaskan kecemburuan,” Galatia 4:29 “menganiaya.”

Pandangan Abraham tentang Allah
1. Kejadian 14:22; 24:3 (Menciptakan langit dan bumi)
2. Kejadian 15:24 (Hakim yang adil)
3. Kejadian 17:1 (Maha Kuasa)
4. Kejadian 18:19 (Benar dan adil)
5. Kejadian 19:19 (Murah hati)
6. Kejadian 20:6 (Pengampun)
7. Kejadian 20:6 (Bijaksana)
8. Kejadian 21:13 (Kekal)
9. Kejadian 22:14 (Yang menyediakan)


RINGKASAN KITAB KEJADIAN
Bagian 1 2 3 5 6 9 10 11 12 24 25 26 27 36 37 51
Pokok Umat Manusia Umat Ibrani
Fokus Historis – 4 Peristiwa Biografi – 4 orang
Tempat Dari Eden ke Ur – Kasdim Dari Kanaan ke Mesir
Waktu Lebih dari 2000 tahun Kira-kira 350 tahun





























KITAB KELUARAN

Tema-tema dalam Kitab Keluaran
1. Allah yang mengontrol sejarah (The God who controls history)
2. Allah adalah YHWH (I am YHWH)
3. Allah yang suci (The God is holy)
4. Allah yang mengingatkan (The God is remembers)
5. Allah yang bertindak dalam keselamatan (The God who act in salvation)
6. Allah yang bertindak dalam pengadilan (The God who act in judgment)
7. Allah yang berfirman/berkata-kata (The God who speaks)
8. Allah yang transenden/besar (The God who trancendent)
9. Allah yang tinggal bersama umat-Nya (The God who lives among His people)

Empat peristiwa penting dalam kitab Keluaran
1. Allah memperkenalkan diri kepad umat-Nya melalui pernyataan nama YHWH
2. Paskah
3. Pemberian hukum
4. Pendirian Kemah Suci

Orang Mesir dan Kematian
 Biasanya 70 hari mayat diolah dan diratapi, setelah mati mayat diantar kepada tabib-tabib yang pandai (dalam cara merempah-rempahi mayat). Mayat tersebut dipotong (diiris) dan pada sisi kiri dan perutnya (jeroan) dikeluarkan semuanya kecuali jantung dan kadang-kadang ginjal. Otaknya dikeluarkan melalui hidung dengan memakai kail yang dibuat dari logam. Isi perut diawetkan dengan mengisinya dengan neutron (cairan putih/kuning yang mengandung yodium karbonat kering). Dan disimpan dalam kendi-kendi. Kemudian mayat itu diisi dengan neutron kering. Mayat itu dikeringkan dengan cepat sekali sehingga tidak membusuk. Lalu neutron dikeluarkan dan mayat dibasahi dengan air dan parfum. Kulit dibasahi dengan damar lalu diisi dengan lenan yang direndam damar.

CEK LAGI MELALUI BUKU INERRANCY
Keluaran 1:5 = Kejadian 46:27 = Kisah Para Rasul 7:14
Keturunan Yakub 70 orang Keturunan Yakub 75 orang
Jawaban:
1. Walaupun hanya 70 yang ke Mesir tetapi sebenarnya Yusuf memerintahkan untuk menjemput 75 orang  Yusuf tidak mengetahui ada 3 istri Yakub [Lea, Dina, Rahel] dan 2 anak Yehuda [yang sudah meninggal (Kej. 38:7).
2. Stefanus menambahkan 12 orang (3 istri + 9 anak Yakub: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Zebulon, Isakhar, Dan, Gad, Asyer, Naftali) dengan mengabaikan istri Yehuda yang sudah meninggal dan istri Yusuf juga Yusuf sendiri. Berdasarkan Kejadian 46:26 ada 66 orang. Jadi 66 + 12 = 78 ( - 3) = 75.
3. Dalam Kejadian 46:20 (LXX/Septaginta) mencantumkan nama Efraim dan Manasye + 2 orang anak mereka. Septuaginta menambahkan Efraim dan Manasye (1Taw. 7:14) + 2 orang. Kejadian 46:26. Jadi 66 + 2 + 2 = 70.

Latar Belakang Panggilan Allah kepada Israel
ISRAEL ALLAH
- Mengeluh karena perbudakan (2:23) - Mendengar (2:24; 3:7)
- Berteriak minta tolong - Mengingatkan akan perjanjian-Nya (2:24)
 - Melihat (2:25; 3:9)
 - Memperhatikan (2:25; 3:7)
 - Turun untuk melepaskan (3:8)
 - Turun untuk menuntun mereka keluar ke negeri yang dijanjikan (3:8)

Ada 986 dewa Mesir, dan adapun tujuan Allah mengeraskan hati Firaun hingga ada 10 tulah dan mempermalukan semua dewa-dewa orang Mesir menunjukkan bahwa: Allah berkuasa, bangsa Israel kenal Allah, bangsa lain tahu tentang Allah Israel, dan memberi kesempatan agar Firaun bertobat.


10 TULAH
TULAH AHLI SIHIR FIRAUN BERTOBAT YANG MENGERASKAN HATI FIRAUN ADA DI GOSYEN DEWA-DEWA DIHUKUM RESPON FIRAUN
1. Air jadi darah Bisa Belum
2. Katak Bisa
3. Nyamuk/kutu Tidak Bisa
4. Lalat pikat Tidak Bisa
5. Sampar -
6. Bara Kena Bara
7. Hujan Es dan Api -
8. Belalang Menasihati Firaun (10:1-20)
9. Gelap Gulita -
10. Kematian anak sulung -

II. TILAH HARI
• Non literal à Bukan berarti 24 jam, dengan argumentasi:
a. 1000 tahun. Contoh: II Petrus 3:8 (Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari) à hari menunjuk “zaman (1000 tahun – Millenium)”
b. Musim à Kejadian 30:14 (Ketika Ruben pada musim [ymeäyBi /Bîmê dari akar kata ~Ay (yôm) yang artinya day, time (hari, waktu)] menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang buah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada Lea: "Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu.")
c. Satu waktu khusus à Yesaya 2:12 (Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari [~Ay yôm] untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan)
• Literal à 24 jam, dengan argumentasi:
a. Arti 24 jam adalah arti yang biasa. Hanya diberi arti yang lain kalau jelas dalam konteks. Dan setiap kali “hari” dijelaskan dengan nomor, artinya selalu 24 jam.
b. “Jadilah petang dan jadilah pagi” yang menjelaskan “hari” mendorong pengertian 24 jam (Kejadian 1:5 à Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari [~Ay yôm] pertama.
c. 7 hari dalam penciptaan dipakai sebagai dasar bagi Israel untuk kerja (6 hari) dan istirahat (1 hari) à Keluaran 20:11 (Sebab enam hari [~ymiy" yämîm dari akar kata ~Ay (yôm) yang artinya day, time (hari, waktu)]; lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya)
d. Dalam Kejadian 1:14 (Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari [~AYàh; hayyôm dengan h; particle article dari akar kata ~Ay yôm noun common masculine singular absolute artinya day, time tetap dalam bentuk singular dan bukan jamak, jadi sebaiknya diterjemahkan hari bukan hari-bari] dan tahun-tahun,), kata “hari” terdapat dalam hubungan dengan kata “tahun.” Jelas dipakai dengan arti biasa, yaitu tahun sebagai 365 hari dan hari 24 jam.
e. 12 jam siang (dibandingkan dengan 12 jam malam) à Kejadian 8:22 (Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim [~Ayðw> wüyôm dari akar kata ~Ay (yôm) yang artinya day, time (hari, waktu)] menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.")
f. 24 jam (malam dan siang) à Kejadian 7:17 (Empat puluh hari [~Ay yôm] lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi); 31:23 (dibawanyalah sanak saudaranya bersama-sama, dikejarnya Yakub tujuh hari [ ~ymi_y" yämîm dari akar kata ~Ayð (yôm) yang artinya day, time (hari, waktu)] perjalanan jauhnya, lalu ia dapat menyusulnya di pegunungan Gilead.

III. PENCIPTAAN MANUSIA
A. Asal-usul Manusia
1. Teori-teori Evolusi
a. Atheistic evolution: faham yang menganggap bahwa asal usul manusia adalah sesuatu yang terjadi secara spontan (Spontanous regeneration)
b. Theistic evolution: faham yang menganggap bahwa Allah adalah penyebab awal dan kekuatan yang menuntun terjadinya evolusi.

2. Creationism - Ciptaan Allah
a. Bukti-bukti dari pernyataan Allah
 1). Banyaknya bukti-bukti yang menunjukan bahwa meskipun Alkitab bukan sebuah buku teks tentang ilmu pengetahuan, namun apabila ia menyatakan fakta-fakta ilmiah, ia menyatakannya tanpa salah (contoh: Yes. 40:22 à Bumi Bulat; Pkh. 1:5-8 à Ayat 5 Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Ayat 6 Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Ayat 7 Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. Ayat 8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.

2). Kuasa dari kebenaran Alkitab memastikan kebenaran – bukti-bukti tentang penciptaan dunia.

b. Kenyataan-kenyataan Alkitab
1. Istilah Ibrani ar"äB' (bara) digunakan dalam Kejadian 1:1, 27
2. Istilah “hari” dipakai untuk menyatakan:
• Non literal à Bukan berarti 24 jam dari Matahari terbenam – terbit kembali. Contoh: II Petrus 3:8 (Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari) à hari: zaman (1000 tahun – Millenium)
• Hari menunjuk pada “saat pernyataan dinyatakan. Contoh: ini adalah keenam hari, TUHAN menunjukkan penciptaan-Nya kepada manusia.”
• Hari sekedar Frame Work
3. Penciptaan dunia oleh Allah dinyatakan sebagai pernyataan sejarah dalam banyak tempat di Alkitab (Kel. 20; Mzm. 8; Mat. 19; Ibr. 4)
4. Permulaan hari dinyatakan dalam Kejadian 1:3 (Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi); Ayub 2, mungkin menunjukan suatu masa yang lama
5. Lapisan-lapisan tanah yang menunjukan lamanya bumi, berasal dari suatu kegoncangan sesudah dunia diciptakan seperti terjadinya air bah.
3. Penciptaan manusia
a. Ciri-ciri penciptaan manusia menurut Alkitab
1. Direncanakan/dibuat oleh Allah (Kej. 1:26) à hf,î[]n:) (na|`áSè) dari akar kata hf'[' (‛âśâh) yang merupakan bentuk verb qal imperfect 1st person common plural cohortative in meaning, but no unique form for cohortative homonym 1 sehingga diterjemahkan to do (dilakukan/dikerjakan) atau make (dibuat)
2. Diciptakan secara langsung, spesial, dan segera (Kej. 2:7) à rc,yYIw: (wayyîcer) to form, create (membentuk, menciptakan).
3. Penciptaan itu meliputi dua bagian (Kej. 2:7) ‘rp'[' (`äpär) yang artinya dry earth, dust (tanah kering, debu) dan ~yYI+x; tm;äv.nI (nišmat Hayyîm) yang breath a living (nafas hidup)
b. Pola penciptaan manusia
Manusia diciptakan menurut “gambar” dan “rupa” Allah (Kej. 1:26; 27)
1. Beberapa ayat yang relevan hubungan dengan doktrin ini
a. Kejadian 5: 1-3 (Ayat 1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; Ayat 2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. Ayat 3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya) transmisi dari rupa Adam kepada keturunannya.
b. Kejadian 9:6 (Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri) hubungan dengan hukuman atau ancaman. Hukuman bagi orang yang menumpahkan darah sesama
c. I Korintus 11:7 (Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki) berhubungan dengan “kepala”
d. Kolose 3:10 (dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;) orang Kristen dinasehati untuk mengenakan manusia baru agar menunjukan gambar Penciptanya
e. Yakobus 3:9 (Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,) hubungan dengan penggunaan lidah secara benar
f. Mazmur 8 hubungan dengan manusia dan kuasanya. Arti “gambar” dan “rupa” dalam Kejadian 1:26. Kata “gambar” dalam naskah Ibrani WnmeÞl.c;B. (Bücalmëºnû) dengan B. particle preposition dan akar kata ~l,c, (tselem) yang merupakan bentuk noun common masculine singular construct suffix 3rd person masculine singular homonym 1 yang artinya an image (i.e. man in image of God), sedangkan kata “rupa” dalam naskah Ibrani Wnte_Wmd>Ki (Kidmûtëºnû) dengan &. particle preposition dan akar kata tWmD> (demûth) noun common feminine singular construct suffix 1st person common plural yang artinya form, shape (wujud, bentuk). Kata-kata PB yang sama adalah: eikon dan homoiosis.
Tselem, berarti gambar yang terbentuk, suatu gambar dalam pengertian konkrit. Sedangkan demuth arti: kesamaan (dalam arti lebih dari abstrak). Jadi maksudnya adalah: manusia pada satu sisi merupakan refleksi yang konkrit tentang Allah tapi juga pada sisi lain, ia menunjukan bagian spiritualnya/abstrak (Ryrie, Basic heologi, p. 190).
• Gambar dan rupa Allah dalam diri manusia tidak hilang
1. Manusia memiliki wewenang menguasai alam “di atas alam” bukan bagian dari alam (Mazmur 8:6-7 “Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya”:) à Makhluk Kultural
2. Manusia bisa berhubungan dengan Allah à Makhluk Rohani/spiritual
3. Manusia makhluk sosial
4. Manusia adalah makhluk pribadi
5. Adanya kebenaran dan kekudusan (sempurna/ fisik). Kejadian 1:31 (Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam) “sungguh amat baik”, dan cocok dengan kehendak Allah (Pengkhotbah 7:29 à Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih)
6. Adanya kesamaan/ tiruan dengan Kristus (Kolose 3:10 à 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;)
 Jadi gambar dan rupa Allah tidak hilang.

B. Pembagian keberadaan manusia
1. Bagian Sifat Materi
a. Unsur-unsur dari bagian yang bersifat materi:
1). Sarks (Galatia 2:20 à namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku; Roma 7:18 à Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia [sarki, yang artinya flesh, dari akar kata sa,rx ], tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.);
 1 Korintus 3:1-3 menjelaskan manusia duniawi/daging sarki,noij (sarkinois) yang merupakan bentuk adjective normal dative masculine plural no degree from sa,rkinoj (sarkinos). Istilah sarki,noij dapat diterjemahkan fleshly, belonging to the realm of the flesh, i.e. weak, sinful, transitory (daging, kepunyaan dunia dari daging, yaitu. lemah, penuh dosa, fana). Jadi aspek manusia yang bersifat materi, yang mempunyai potensi untuk berkomunikasi dengan dunia (alam duniawi).
 2). Swud (soma) - 1Petrus 2:24 à Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya (sw,mati auvtou/ [sōmati hautou] a body himself) di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh; Matius 6:22 à Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu [sw/ma, sou sōma sou a body you]. Jadi, mempunyai potensi untuk berkomunikasi dengan alam ilahi.
3). Lain-lain
a. Tubuh kehinaan (Fil. 3:21)
b. Bejana tanah (II Kor. 4:4, 7)
c. Bait Roh Kudus (I Kor. 3:16; 6:19)

2. Bagian non-materi; unsur-unsurnya:
a. Psyche – nefes à (jiwa)
Amsal 25:25 “Jiwa”; Ulangan 12:15 “menyembelih à mencabut nefes”; Roma 11:3 “nyawaku.” Jadi nepes adalah hidup itu sendiri, nyawa, jiwa.
b. Pneuma – Ruach à Kejadian 41:8 “hatinya = ruach”; 1Korintus 5:5 “diserahkan daging/sarkos; pneuma diselamatkan”; Matius 27:50 “nyawa = pneuma”; Yohanes 3:8 “angin = pneuma”, “Roh = pneumatos.” Jadi pneuma – ruach adalah hati, nyawa, angin, sesuatu yang berhubungan dengan mental, kemampuan intelektual, kecenderungan utama.
c. Lain-lain
i. Hati – leb (Ibr.) à Pusat intelektual (1Samuel 25:37; Amsal 18:11; Mazmur 46:11; Markus 2:6); Pusat ingatan (Mazmur 119); Pusat perasaan (Mazmur 25:17; Lukas 24:32); Pusat etis (Yeremia 51:7); Pusat kemauan (Matius 5:28); Pusat keagamaan (Roma 8:27)
ii. Suara hati/hati nurani/batin (I Sam. 24:6; I Pet. 3:15, 16; I Tim. 1:5)
• SUARA HATI (Ing: conscience. Latin: conscientia dari akar kata “con” dan “scion” = to knowledge with others (memperoleh pengetahuan bersama-sama dengan yang lain), Yunani syneidesis. Jadi yang dimaksudkan dengan hati nurani adalah kemampuan yang olehnya seseorang dapat membedakan yang baik dan salah secara moral atau kesaksian/nilai dari jiwa terhadap suatu keputusan.
• FUNGSI HATI NURANI (A. Obligatory = kehadirannya wajib untuk melakukan yang baik dan menolak untuk melakukan yang jahat. B). Judicial = hati nurani menjatuhkan hukuman terhadap keputusan dan tindakan seseorang. C). Executive = hati nurani melakukan hukumannya, menuduh bila tidak sesuai keyakinan, misalnya: stress, malu, menguji.
iii. Akal – nouse (Roma 1:20 à pusat pengendalian kehendak/pikiran)
Jadi manusia adalah satu kesatuan yang terdiri dari dua unsur (materi dan non materi) yang tidak dapat dipisahkan, pada dasarnya manusia menurut Kejadian 2:7 merupakan makhluk hidup yang terdiri dari materi (debu tanah) dan non materi (napas). Fungsi psyche bila berhubungan dengan Allah, fungsi soma bila berhubungan dengan alam/dunia. Penggunaan psyche dan soma bergantian, namun jiwa dipakai secara khusus untuk menunjukkan kesatuan (tidak memakai tubuh), contoh: ekor à untuk binatang, jiwa à untuk manusia, buah à pisang

C. Kejatuhan manusia
1. Nas Alkitab: Kej. 3; I Korintus 15:21-22; I Timotius 2:14; Roma 5:12-21
2. Pohon sebagai tes ketaatan (Kej. 2:17)
3. Penggoda (Kej. 3:1; Why. 12:9; 20:2)
4. Hukuman Allah (Kej. 3:15-24)
5. Terhadap Setan (ay. 15)
6. Terhadap Hawa dan kaum perempuan (ay. 16)
7. Terhadap Adam dan kaum laki-laki (ay. 17-24)

Tgl 27/9/2010
Qiuz Kejadian pasal 1-30 dan jelaskan Kejadian 2-30.






KITAB KELUARAN

KITAB IMAMAT

KITAB BILANGAN

KITAB ULANGAN
3 ¶ Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
6 ¶ Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
9 ¶ Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.
12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
14 ¶ Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
20 ¶ Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."
21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
24 ¶ Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.
25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
26 ¶ Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
29 ¶ Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
31 ¶ Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
1 ¶ Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
4 ¶ Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, —
5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu—
7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
8 ¶ Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
16 ¶ Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
18 ¶ TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
21 ¶ Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
1 ¶ Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
6 ¶ Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
9 ¶ Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
11 ¶ Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
14 ¶ Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
16 ¶ Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
17 ¶ Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
20 ¶ Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
21 ¶ Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
22 ¶ Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
1 ¶ Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
3 ¶ Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
6 ¶ Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
8 ¶ Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
9 ¶ Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.
11 Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.
12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi."
13 ¶ Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.
14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku."
15 Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.
16 ¶ Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
18 Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh.
19 ¶ Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila.
20 Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.
21 Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.
22 Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama.
23 ¶ Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: "Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak;
24 sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat."
25 ¶ Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya."
26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.
1 ¶ Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
6 ¶ Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.
7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.
9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan.
10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati.
12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel.
13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati.
15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared.
16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati.
18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh.
19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.
21 ¶ Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.






















Pembahasan
a.      Latar Belakang Kitab Amsal
Kitab Amsal adalah suatu kitab yang termasuk dalam kumpulan “sastera hokmah” (hikmat) dalam Perjanjian Lama. Kitab ini berasal dari penulis tertantu di samping kitab hikmat yang lainnya (Ayub dan Pengkhotbah). Sangat penting untuk diketahui bahwa Amsal adalah kumpulan sastera yang mewakili hikmat tradisional.[2] Jika kita mengatakan kitab ini mewakili hikmat tradisional, maka hikmat itu sendiri sudah dikenal secara meluas di dunia Timur Tengah Kuno. Artinya tidak hanya di Israel sastra hikmat ini dikenal tetapi juga di luar Israel, seperto di Babel, Asyur  dan bahkan di dunia Mesir kuno, seperti “pengajaran-pengajaran Ani” dan “disiplin Amenemope” (ANET 421-424) yang ditulis sekitar tahun 800 sM.[3] Sastera hikmat (kebijaksanaan) juga merupakan bahagian dari kehidupan rohani dan kebudayaan yang sangat dihargai dan tidak terpisahkan. Oleh sebab itu tidak heran jika kadang-kadang Amsal ini bercorak keduniawian dan kadang-kadang kerohanian.[4] Bangsa-bangsa non-Israel menganggap bahwa hikmat berasal dari para dewanya masing-masing, yang berisikan kesenian, teknik dan ilmu teoritis serta etika. Konsep pemahaman hikmat di Israel dengan bangsa non-Israel jelas memiliki perbedaan yang tajam. Bagi bangsa bangsa non-Israel hikmat adalah berasal dari para dewa, tetapi bagi bangsa Israel hikmat berasal dari YHWH dan Dialah dasar hikmat yang sesungguhnya, maka kata “Takut Akan Tuhan” menjadi sangat penting bagi orang bijaksana di Israel.

b.      Siapa Penulisnya dan kapan?
Mengenai siapa penulis kitab Amsal ternyata menjadi perdebatan yang tidak terpecahkan di kalangan para ahli. Hingga saat ini pendapat itu masih bercabang dua. Yang lain mengatakan bahwa penulis kitab ini adalah raja Salomo karena namanya disebutkan sebanyak tiga kali: (1:1, 10:1 dan 25:1). Yang lain lagi mengatakan bukan Salomo penulisnya, karena pengarang kitab ini menggunakan terjemahan Yunani Septuaginta dari kitab-kitab Perjanjian Lama[5]. Artinya pemakaian nama Salomo di atas tidak berarti dia yang menulisnya, tetapi bisa jadi ditulis oleh orang lain pada masa yang lebih kemudian dengan menggunakan nama raja Salomo. Karena cara-cara seperti itu sudah lazim dan biasa diterapkan saat itu. Namun demikianpun tidak berarti kita menyangkal Salomo sebagi penulis sebagian dari kitab ini. Tapi itu pun tidak bisa dipastikan, sebab apakah itu memang berasal dari Salomo atau berasal dari masa Salomo (Blommendaal, 1996 : 154). Sedangkan pasal 1-9 adalah berasal dari masa yang lebih muda atau sesudah pembuangan di Babilonia. Karena pengaruh nabi-nabi besar sangat terasa, seperti Yeremia, Deutero-Yesaya dan lebih khusus lagi Deuteronomium. Karena pasal 1-9 ditambahkan kemudian oleh seseorang yang tidak dikenal, maka nama Salomo yang digunakan hanyalah sebagai samaran supaya pemikirannya yang dituangkan dalam bentuk tulisan dapat diterima oleh pembacanya saat itu. Kemungkinan pengarang kitab Amsal sendiri ditolak dalam komunitasnya dan tidak dipercayaai lagi karena perkataan dan kesaksian hidupnya, yaitu melalui perkataan dan perbuatannya. Oleh sebab itu ia menggunakan nama raja Salomo yang sudah dikenal luas sebagai seorang berhikmat saat, sehingga tanpa ada bantahan dari pembacanya. Ketika orang mendengar nama Salomo, maka siapa yang bisa membantah perkataannya.
Mungkin yang lebih cocok diarahkan kepada Salomo sebagai pengarangnya adalah pasal 10-29 yang berasal dari masa raja-raja, karena memuat tentang penghormatan dan pujian kepada raja-raja (16:10, 12 dst.; 20:8, 26, 28; 21:1; 22:11; 25:2 dst). Lebih jauh lagi bahwa pasal 25 ini dilatarbelakangi kehidupan pertanian (25:13 dst, 23; 27:23dst, 28:3). Weiden mengatakan bahwa kitab Amsal ini terdiri (9) koleksi.[6] Artinya jelas bahwa kitab Amsal tidak disusun sekaligus oleh seseorang atau sekelompok orang, melainkan sedikit demi sedikit dikumpulkan hingga menjadi satu kitab seperti yang kita kenal saat ini. Yang menjadi masalah dalam perdebatan para ahli adalah berkisar “kapan kitab ini ditulis”. Blommendaal (1996:154) mengatakan memang pada umumnya para ahli mengatakan kitb ini berasal dari masa pembuangan di Babilonia. Namun hal ini tidak dapat dibuktikan karena tidak ada bukti-bukti atau petunjuk yang jelas kapan masa penulisannya. Weiden, (1990 :15-17) mengandaikan, kemungkinan penulisnya adalah seorang Yahudi helenis,[7] yang saleh dan setia pada Taurat Yahudi yang hidup di Mesir khususnya di kota Alxanderia. Maka penyusunan kitab ini diperkirakan sesudah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, yaitu sesudah tahun 200 sM. Karena pengarang sendiri menggunakan terjemahan Yunani Septuaginta, sehingga isi kitab ini sangat kuat dipengaruhi bahasa Yunani. Inilah yang menjadi alasan bahwa Salomo bukanlah penulisnya, tetapi pemakaian nama Salomo hanyalah sebagai samaran supaya pengajarannya dapat diterima oleh pembacanya saat itu. Selain itu juga ditemukan nama Agur (30:1) dan Lemuel (31: 1, 4), yang kemungkinan bukan dari orang Israel, tetapi dari bangsa sekitar Israel (bnd. Isak Roedi, Catatan kuliah, Cipanas, 2009). Karena pada umumnya sastera hikmat itu sendiri tidak mempunyai hubungan dengan sejarah Israel. Sehingga wajar jika perbuatan-perbuatan besar Allah dalam sejarah Israel tidak dibicarakan dalam kitab ini. Namun ada satu pernyataan bijak yang diungkapkan oleh Blommendaal (1996: 153), yaitu meskipun perbuatan-perbuatan Allah tidak dibicarakan di sini, tetapi yang lebih penting dalam kitab ini adalah bagaimana orang bisa hidup sebagai orang yang baik dan saleh menurut kehendak Allah. 

c.      Apa itu hikmat?
Menurut Isak Roedi, hikmat adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk hidup atau petunjuk praktis untuk hidup sehari-hari.[8] Barnabas Ludji mengatakan “hikmat adalah suatu kualitas intelektual atau pemikiran manusia yang mampu membedakan hikmat manusia dengan segala kebijakannya serta membawa manusia kepada keberhasilan hidup”.[9] Browning mengatakan yang hikmat adalah petunjuk hidup praktis yang menuntun seseorang bisa mengatur hidupnya dengan baik sehingga hidupnya memiliki tujuan yang jelas.[10] Jika kita melihat pengertian dari “hokma” adalah “kemampuan intelektual”. Namun Hikmat tidak identik dengan pengetahuan-intelektual, tetapi mempunyai kaitan dengan kecerdasan intelektual (Ams. 1:4). Karena fokus hikmat tidak terletak di sana. Lebih jauh Paulus mengatakan bahwa hikmat adalah kebenaran hidup dan itu bukan sesuatu yang abstrak dan juga bukan hanya sekedar tahu tetapi lebih dari itu, yaitu saat melakukan sesuatu (14:4; 31). Menurut Tremper Longman III ( 2007 : 6-7), hikmat adalah kunci untuk bisa berhasil di dalam hidup. Karena banyak konsep hikmat dalam kitab Amsal mirip kecerdasan emosional yang disebut dengan EQ bukan IQ yang berkonotasi langsung dengan kesuksesan  di dalam hidup. Hikmat adalah anugerah Allah yang diberikan-Nya kepada manusia untuk mempu menjalani hidup ini sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Jika hikmat di katakan sebagai anugerah Allah yang diberikan kepada manusia, maka tidak ada hikmat yang dihasilkan oleh manusia.
            Christoph Barth mengatakan bahwa hikmat erat kaitannya dengan karya penyelamatan yang dilakukan Allah atas umat Israel. Para raja yang diangkat-Nya diberikan hikmat supaya mempu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, dan mendatangkan syalom (damai sejahtera) atas rakyatnya serta seluruh umat Israel yang terpanggil harus hidup dengan hikmat dan kebijaksanaan.[11] Selain itu, Yesaya 33:6 mengatakan bahwa hikmat (hokhmah) dan pengetahuan (da’at) takut akan YHWH, itulah adalah kekayaan yang menyelamatkan, dan itulah kekayaan Sion.  bagi mereka supaya mengajarkan untuk memerintah mereka mengajar mampu memerintah dengan hikmat yang telah diterima, untuk membebaskan atau menyelamatkan umat-Nya dari penindasan, ketidakadilan. Allah ingin mereka mendatangkan damai sejahtera bagi umat-Nya. Oleh sebab itu tidak heran, bahwa banyak para raja atau para pemimpin Israel yang dikecam oleh para nabi Tuhan karena tidak mendatangkan damai sejahtera bagi umat-Nya dan itu jelaslah bukanlah hikmat, sebab hikmat dari Allah tidak pernah bekerja sama dengan ketidakadilan, penindasan, pemerasan, kekerasan dan bentuk kejahatan lainnya.
            Dari semua penjelasan di atas dapat kita simpulkan, bahwa hikmat adalah suatu kualitas kecerdasan intelektual yang diberikan Allah kepada manusia, yang lebih tinggi nilainya dari kemampuan intelektual itu sendiri, yang mengatur jalan hidup manusia sehari-hari secara praktis dan terampil, serta yang mambawa manusia kepada keberhasilan hidup untuk kemuliaan-Nya. Hikmat selalu bersahabat dengan kebenaran, berpihak kepada realitas dan mendatangkan benih-benih kehidupan bukan kematian.

d.      Ciri-ciri Umum dari Hikmat Israel
Sebelum melihat perbedaan yang sangat tajam antara pengajaran hikmat di Israel dengan pengajaran hikmat dari bangsa-bangsa non-Israel. Maka ada baiknya terlebih dahulu kita melihat apa yang menjadi ciri-ciri dari hikmat Israel:[12]
1.      Pengajaran hikmat itu sendiri didasarkan pada “takut akan Tuhan”. Ini tidak hanya sekedar ungkapan, tetapi merupakan inspirasi yang berasal dari Allah yang kemudian terungkap melalui kata-kata orang berhikmat yang hidup takut akan Tuhan. Kata-kata yang keluar memberikan kehidupan bukan kematian, selanjutnya pendengarnya merasa disembuhkan dan bukan dilukai.
2.      Pengajaran hikmat itu selalu ditujukan kepada personal (perorangan). Sebutan istilah “anakku” dalam kitab Amsal muncul 23 kali, “anakmu” 3 kali dan “anaknya” juga 3 kali. Sapaan ini begitu pribadi dengan maksud memberikan didikan, disiplin, pengajaran dan binaan supaya menjadi seorang yang “bijak” sejati. Menjadi orang bijak sejati, memang bukanlah perkara yang gampang, tetapi itu adalah sebuah proses supaya seseorang bisa bertanggung jawab secara pribadi atas hidupnya dan mampu memilih jalan hidupnya sendiri.
3.      Pengajaran hikmat itu mengingatkan orang untuk membedakan antara dua macam sikap dan perilaku orang yang bertentangan: yang baik dan benar, bijaksana di satu pihak, yang buruk dan salah dan bebal di pihak yang lain. Guru hikmat memberikan petunjuk-petunjuk hidup praktis yang saling terpisah satu sama lain (tidak dirangkai dengan urutan atau sistem yang nyata, melainkan mengajak si murid untuk menimbang, kemudian menarik kesimpulan sendiri. Tetapi dalam pengajaran hikmat itu sendiri juga mengandung tujuan yang khusus.
4.      Pengajaran hikmat selalu dikemukakan dengan penuh keyakinan dan wibawa. Dalam proses penyampaian guru hikmat tidak menyampaikan pengeharan atas nama dan wewenang sendiri, karena mereka lebih menghormati seorang raja (Ams. 24:21), namun tidak berarti juga ia mengajarkan apa yang diperintahkan raja. Sebab seorang raja juga harus dipimpin oleh hikmat untuk bisa memimpin dengan baik (8:15; 20:28).
5.      Pengajaran hikmat dipersonifikasikan. Ini merupakan suatu usaha untuk menjelaskan pemikiran-pemikiran oran Ibrani yang abstrak dengan pemikiran yang lebih kongkrit. Misalnya: “Ia bersama dengan Allah walaupun ia adalah ciptaan yang diciptakan Allah sebelum segala sesuatu ada. Hal serupa juga terdapat dalam Amsal 8:1-21 dan ayat 32-36; dan Amsal 1:1-20; Amsal 3:13-20. Terkadang hikmat juga dipersonifikasikan sebagai seorang yang berseru-seru dan memperdengarkan suaranya di tempat-tempat yang tinggi, di tepi jalan, dipersimpangan jalan-jalan, di sanalah ia berdiri” (Amsal 8:1, 2).

e.      Tradisi Hikmat Israel: Refleksi Yang Melekat Pada Iman Kepada YHWH.
Pada satu pihak, tradisi-tradisi hikmat Israel merupakan refleksi terhadap pengalaman hidup manusia dan di pihak lain merupakan pernyataan illahi yang menuntunnya kepada kebenaran-Nya. Disebut sebagai penyataan illahi karena Israel mendasarkan tradisi hikmatnya pada karya penyelamatan Allah. Oleh sebab itu, dikatakan “permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan  dan mengenal yang Mahakudus adalah pengertian” (Amsal 9:10). Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa “Takut Akan Tuhan” adalah menjadi salah satu ciri umum dari pengajaran hikmat di Israel. Kalimat “takut akan Tuhan” itu sendiri menempati posisi yang sangat pentig bagi Israel dan dalam kitab Amsal ada 15 kali kata “takut akan Tuhan” disebutkan (1:7, 29; 2:5; 8:13; 9:10; 10:27; 14:2, 26, 27; 15:16, 33; 16:6; 22:4; 28:14; 31:30). Selanjutnya takut akan Allah hanya satu kali (19:23). Semua itu memperlihatkan, bahwa hikmat yang dipahami umat Israel berbeda dengan hikmat yang dipahami oleh bangsa-bangsa non-Israel. Artinya yang lebih penting adalah tradisi-tradisi itu dikaitkan dengan iman kepada YHWH, sehingga pengkaitan inilah yang menyebabkan tradisi-tradisi hikmat itu mengalami pengaruh dan penekanan yang jauh lebih mendalam. Pemahaman seperti ini ditegaskan Robinson: “karena tradisi hikmat Israel mempunyai arti dan makna yang berbeda dengan tradisi-tradisi hikmat non-Israel. Maka tradisi hikmat tidak lagi dilihat hanya sebagai refleksi atas pengalaman manusiawi belaka, melainkan lebih jauh dari itu, yaitu sebagai penyataan Allah.[13]   Di sinilah letak teologis dari hikmat yang dipahami umat Israel. Setiap saat tradisi hikmat itu mengalami perubahan. Perubahan di sini dalam arti kontekstualisasi. Mengapa demikian? Karena pandangan tradisi hikmat sebelum pembuangan berbeda dengan pandangan tradisi hikmat sesudah pembuangan. Perubahan itu tentu terletak pada persoalan tentang arti hidup yang digumuli dalam periode-periode tertantu. Namun semuanya itu tidak pernah terlepas dari penyataan karya penyelamatan yang dilakukan Allah dalam periode-periode tertentu. 
Dari apa yang telah dipaparkan secara panjang lebar di atas memperlihatkan beberapa hal yang harus digaris bawahi, yaitu pertama-tama, hikmat di Israel berakar pada takut akan Tuhan. Selanjutnya hikmat yang benar adalah mengakui dan mengenal YHWH Yang Maha Kudus (Amsal 9:10). G. Von Rad bertolak dari Amsal 2:5-8,[14] ia mengatakan bahwa takut akan Allah dan pengenalan akan Allah, merupakan karunia Allah yang mula-mula. Karunia itu berada di luar dunia dan kehidupan manusia. Oleh sebab itu setiap orang yang mendengar berita ini sekaligus juga merupakan penawaran keselamatan yang bersifat pribadi. Maka penawaran itu merupakan saat yang paling berharga dan bahkan menuntut seseorang untuk tidak melewatkannya. Dengan demikian seseorang dituntut harus segera mengambil sebuah keputusan atas tawaran yang berharga itu.
KEPUSTAKAAN

Barth Christoph, Theologia Perjanjian Lama-Vol. 3 (Jakarta: BPK Gunung Mulia), 1988.
Blommendaal J., Pengantar Kepada Perjanjian Lama (Jakarta: BPK Gunung Mulia), 1996.
Browning W.R.F, Kamus Alkitab - A Dictionary Of The Bible. Trje. Lim Khiem Yang (Jakarta: BPK Gunung Mulia), 2007.
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, Jilid-II, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/ OMF 2004
Keil C. F. dan Franz. Delitzsch, Biblical Commentary On The Proverbs Of Salomon Vol. 1, (USA: Wm. B. Eedmans Publishing Company Grand Rapids), 1872.
Farmer Kathleen A., International Theological Commentary-Proverbs & Ecclestes-Who Knows What is Good?, (USA: Wm. B. Eermans Publishing Company, Grang Rapids, Michigan, 1991.
Fox Michael V., The Anchor Bible Proverbs 1-9 – A New Translation With Introducation And Commentary (USA : Doubleday), 2000.
Groenen C., Pengantar Ke Dalam Perjanjian Lama (Yogyakarta: Kanisius), 2005.
Kindner Derek, Proverbs – An Introducation And Commentary, (General Editor: Prof. D. J. Wiseman), (London: The Tyndale Press) 1964.
Longman Tremper III, Hikmat & Hidup Sukses-Panduan Untuk Memperoleh Manfaat Dari Kitab Amsal (Jakarta: Persekutuan Pembaca Alkitab) 2007.
Ludji Barnabas, diktat kuliah HPL 3 (Cipanas), 2008.
Rad G. Von, Old Testament Theology - The Theology Of Israel’s Historical Traditions Vol. 1, (Edinburgh and London: Oliver and Body LTD), 1962.
Robinson H. Wheeler, Inspiration and Revelation In The Old Testament, (Oxford at The Clarendon), 1960.
Roedi Isak, Diktat Kuliah Studi Amsal (Cipanas), 2009.
Scott R.B.Y., The Anchor Bible Proverbs-Ecclesiastes- A New Translation With Introduction And Commentary (USA: Doubleday & Company, Inc.), 1973.
Sinulingga Risnawaty, Tafsiran Alkitab – Kitab Amsal 1-9 (Jakarta: BPK Gunung Mulia), 2007.
Suharyo I., Mengenal Alam Hidup Perjanjian Lama, (Yogyakarta: Kanisius-LBI), 2003.
Wahono S. Wismoady, Di Sini Kutemukan (Jakarta: BPK Gunung Mulia), 2004.
Weiden Wim van der, Seni Hidup-Sastera Kebijaksanaan Perjanjian Lama (Yogyakarta: LBI-Kanisius), 1995.
Weiden Wim van der, Kebijaksanaan Salomo (Yogyakarta: Kanisius-LBI), 1990.
Wuysang Hans, Diktat Kuliah HPL 1, (Cipanas), 2007.

[1] Ofir tidak hanya terkenal sebagai tempat penghasil emas murni, tetapi juga terkenal sebagai penghasil kayu cendana (1 Raja 10:11), perak, gading (1 Raja 10:22) dan batu-batu permata yang mahal harganya ( 2 Taw. 9:10).
[2] J. Blommendaal, Pengantar Kepada Perjanjian Lama (Jakarta: BPK Gunung Mulia), 1996, 152
[3] Lht. R.B.Y. Scott, The Anchor Bible Proverbs-Ecclesiastes- A New Translation With Introduction And Commentary (USA: Doubleday & Company, Inc. 1973), 69-73; bnd. Barnabas Ludji, diktat kuliah HPL 3, 2008; Blommendaal 1996 : 152-153; Wim van der Weiden, Seni Hidup-Sastera Kebijaksanaan Perjanjian Lama (Yogyakarta: LBI-Kanisius,1995), 50; Derek Kindner, Proverbs – An Introducation And Commentary, (General Editor: Prof. D. J. Wiseman), (London: The Tyndale Press 1964), 23; S. Wismoady Wahono, Di Sini Kutemukan (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004), 223.
[4] Bnd. C. Groenen, Pengantar Ke Dalam Perjanjian Lama (Yogyakarta: Kanisius, 2005) 197-198, serta didukung oleh penemuan-penemuan arkeologi; Blommendaal, 1996 : 152.
[5] Weiden, Kebijaksanaan Salomo (Yogyakarta: Kanisius-LBI, 1990), 15
[6] Kesembilan koleksi itu: (1). 1:1-8-9:18 berasal dari masa sesudah pembuangan, (2). 10:1-22:16 adalah disebut sebagai kumpulan Amsal Salomo (3). 22:17:24:22 berasal dari abad ke-12 sM. kumpulan yang mirip dengan disiplin Amenope, (4). 24:23-34 kumpulan mengenai kedua orang bijak, (5). 25-29, berisi kumpulan Amsal Salomo yang dikumpulkan pegawai Hizkia, raja Yehuda, (6). 30:1-14 : amsal Agur), (7). 30:15-33, sejumlah amsal-amsal Bilangan, (8). 31:1-9 adalah Instruksi Lemuel, raja Masa, dan (9). 31:10-31adalah pujian bagi isteri, Weiden, Seni...,1995, 50-51
[7] Helenis, artinya berhubungan dengan helenisasi. Helenisasi adalah kebudayaan yang mewarnai seluruh dunia Yunani-Romawi sejak abad ke-4 sM. sampai abad ke-4 M. Awalnya dikatkan dengan cita-cita Alaxander Agung (333/334-323 sM.) yang ingin merebut seluruh dunia dan mempersatukan umat manusia dengan memaksakan kebudayaan, bahasa, dan agama Yunani dengan suatu keterbukaan terbatas bagi unsur kebudayaan dan agama masing-masing bangsa. Begitulah diharapkan persatuan umat manusia dan mengindahkan sumbangan dari masing-masing bangsa. Setelah Alekander Agung meninggal dunia, maka cita-citanya diambil alih oleh para jendralnya yang menggantikannya. (lht. Weiden, 1990: 15-17; bnd. I Suharyo, Mengenal Alam Hidup Perjanjian Lama, (Yogyakarta: Kanisius-LBI, 2003), 64; Ch. Bath, 1988: 39.
[8] Isak Roedi, Diktat Kuliah Studi Amsal (Cipanas, 2009).
[9] Barnabas Ludji, Diktat Kuliah HPL 3, (Cipanas, 2008).
[10] Untuk lebih jelas lagi, lht Browning, Kamus Alkitab - A Dictionary Of The Bible. Trje. Lim Khiem Yang (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007), 20.
[11] Allah mengangkat raja-raja, pertama-tama untuk “membebaskan” atau “menyelamatkan” umat-Nya. Dalam hal ini Allah menghendaki umat-Nya hidup sebagai masyarakat “merdeka”, bebas dari penindasan. Selain itu Allah juga ingin umat-Nya hidup adil (lht. Christoph Barth, Theologia Perjanjian Lama-Vol. 3 (Jakarta: BPK Gunung Mulia 1988), 28
[12] Ciri-ciri hikmat Israel yang saya tuliskan merupakan hasil dari kombinasi dari pendapat beberapa ahli yang menyinggung akan hal itu, seperti H. W. Robinson, 1960: 246; Ch. Barth, 1988: 41-42; Hans Wuysang, Diktat Kuliah HPL 1, 2007; Barnabas Ludji, Diktat Kuliah HPL 3, 2007. Menurut saya justru ciri-ciri umum itu sangat penting untuk diketahui supaya jelas perbedaannya dengan pengajaran hikmat dari bangsa-bangsa non-Israel.
[13] H. Wheeler Robinson, Inspiration and Revelation In The Old Testament, (Oxford at The Clarendon, 1960), 246.
[14] Lht. G. Von Rad, Old Testament Theology - The Theology Of Israel’s Historical Traditions Vol. 1 (Translated by: D.M.G. Stalker), (Edinburgh and London: Oliver and Body LTD, 1962), 443.
[15] Dalam terjemahan LXX, terjemahan Siria dan Targum, diusulkan untuk membaca musari : “disiplinku”, LAI: “didikanku” pada ayat 10 tanpa akhiran kata ganti orang. Bentuk dan irama kata “musar” yang tanpa akhiran kata ganti memang lebih sesuai dengan kata “da’at” (pengetahuan) pada ayat 10b, yang paralel dengan ayat 10a (lht. Michael V. Fox, The Anchor Bible Proverbs 1-9 – A New Translation With Introducation And Commentary (USA : Doubleday), 2000, 270; bnd. Risnawaty Sinulingga, Tafsiran Alkitab – Kitab Amsal 1-9 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007) 342-344; bnd. Juga Kinder,...,1964: 77.
[16] F. Delitzsch dalam bukunya, Biblical Commentary On The Proverbs Of Salomon Vol. 1, (USA: Wm. B. Eedmans Publishing Company Grand Rapids, 1872), 177 menterjemahkan ayat 10b ` wedaº`at mëhärûs nibhär: “dan pengetahuan adalah lebih berharga dari emas yang paling bagus”. Namun meskipun berbeda terjemahan tapi esensi dari hikmat yang ingin dia katakan adalah sama, yaitu nilai hikmat lebih mahal dari emas yang paling bagus / lebih tinggi nilainya.
[17] Bnd. Kathleen A. Farmer, International Theological Commentary-Proverbs & Ecclestes-Who Knows What is Good?, (USA: Wm. B. Eermans Publishing Company, Grang Tapids, Michigan, 1991), 52;
[18] Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, Jilid-II, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/ OMF 2004), 443.

EKSPOSISI AMSAL 31:1-9


Sebagaimana telah disinggung oleh kebanyakan ahli, kitab Amsal dapat digolongkan sebagai sastra kebijaksanaan dalam Perjanjian Lama. Kitab Amsal berisi banyak ajaran dan nasehat untuk memperoleh cara hidup yang baik dan bahagia. Ajaran atau nasehat-nasehat tersebut dibungkus dalam bentuk pribahasa atau petuah. Banyak di antaranya adalah petunjuk-petunjuk praktis dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, petunjuk dalam hal pekerjaan, relasi dengan sesama, dan bahkan di dalam kehidupan berkeluarga. Dalam pembahasan berikut, Amsal pasal 31:1-9 berbicara mengenai nasehat seorang ibu kepada anaknya. Yaitu ibu yang bijaksana dan peduli kepada anaknya yang telah manjadi pemimpin.
Eksposisi yang disajikan berikut bersifat praktis dan sederhana. Namun dari hal yang praktis itu kita dapat mengambil maknanya. Bagian pertama dalam bahasan berikut akan meninjau latar belakang kitab Amsal, khususnya pasal 31:1-9. Setelah itu tafsiran singkat Amsal 31:1-9. Dari hasil tafsiran tersebut akan diangkat relevansinya untuk konteks sekarang.

Latar Belakang
Menurut Weiden,[1] kitab Amsal tidak ditulis sekali jadi oleh seseorang ataupun oleh sekelompok orang. Jika diperhatikan dengan teliti dalam kitab Amsal terdapat kalimat-kalimat berikut, “Amsal-amsal Salomo” (10:1), Juga ini adalah amsal-amsal dari orang bijak” (24:23), “Perkataan Abur Bin Yake dari Masa”. Hal ini memperlihatkan bahwa kitab Amsal tidak disusun sekaligus, tetapi sedikit demi sedikit tumbuh sebagai hasil dari penggabungan. Jika dilihat dari masa periodenya, bentuk terakhir dari kitab Amsal berasal dari zaman Yudaisme, kemungkinan sekali setelah periode Ezra.[2]
Kitab Amsal khususnya pasal 31:1-9 tidak memberikan keterangan yang eksplisit mengenai siapa itu Lemuel, demikian juga dengan ibu Lemuel yang memberi pengajaran di dalam perikop ini. Hanya ada sedikit keterangan mengenai Lemuel, yaitu bahwa ia seorang raja. Tidak jelas apakah raja di Israel atau raja di luar Israel, namun kemungkinan Lemuel adalah seorang raja di luar Israel. Di sisi lain Amsal 31:4-5 memiliki kemiripan dengan amsal-amsal di amenemope[3] dalam Ajaran Ani yang berbicara mengenai minuman keras. Hal ini memberi sinyalir bahwa Amsal 31:1-9 kemungkinan besar berasal dari luar Israel (Timur Dekat Kuno) yang kemudian diambil dan dimasukkan ke dalam sastra kebijaksanaan Israel (kitab Amsal). Namun yang menjadi pertanyaan, apakah dengan demikian Amsal ini memiliki makna teologis? Atau bersifat teologis? Perlu diketahu bahwa penyataan-penyataan Allah tidak hanya terjadi di lingkup intern Israel semata. Ada yang dinamakan sebagai Tertib Ilahi, di mana penyataan Allah ditanamkan juga dalam alam semesta pada waktu penciptaan.[4] Tata tertib Ilahi ini menjadi sumber aturan kehidupan manusia di dalam alam, juga dalam bidang sosial, politik, ekonomi, dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga. Jadi dapat dikatakan bahwa Amsal 31:1-9 memiliki makna dan sifat teologis meskipun tidak berasal dari lingkup intern umat Israel.


Penjelasan Amsal 31:1-9[5]

Ayat 1-2
Bagian ini memberikan pengantar dari perkataan Lemuel yang ia dapat dari pengajaran ibunya. Dilihat dari gaya penulisan, ayat 2 merupakan sebuah contoh menarik mengenai pararelisme tangga di mana setiap anak kalimat mengulangi sesuatu dari anak kalimat sebelumnya, namun juga menambah sesuatu yang baru. Terjemahan harfiah dari ayat 2 kelihatan seperti berikut:

Apa, anakku?
Apa, anak kandungku?
Apa, anak nazarku?

Ayat 3
Si ibu memperingati putranya mengenai dua kejahatan, yaitu seks dan alkohol. Ayat ini secara khusus memperingatkan kita agar tidak membuang-buang tenaga karena perempuan atau kehilangan semangat karena perempuan. Jika hal ini dikaitkan dengan Salomo, maka kehidupan seks yang berlebihan menjadi kelemahan baginya, bahkan ia menjauh dari Tuhan.

Ayat 4-7
Bagian ini lebih banyak berbicara mengenai alkohol. Peringatan ini bukan saja penting bagi Lamuel tetapi juga bagi semua raja, pangeran atau orang yang berkedudukan tinggi.
Ayat 6 dan 7 mencatat mengenai anggur bagi orang yang sedang “binasa” atau “susah hati”. Orang yang jatuh ke dalam minuman keras hidupnya seakan-akan tidak memiliki harapan lagi, dan hal ini tidak pantas bagi raja.

Ayat 8-9
Kedua ayat ini adalah nasehat positif untuk Lamuel. Sang ibu mendorong agar putranya berpihak kepada orang-orang miskin dan lemah. Seorang pemimpin tidak hanya harus terlepas dari kejahatan tetapi juga harus berusaha menolong orang yang dipimpinnya.

Relevansi Dalam Konteks Sekarang
Amsal 31:1-9 memberi peringatan yang tegas mengenai bahaya minuman keras dan perempuan. Hal ini dengan jelas ditujukan kepada mereka (kaum lelaki) yang memiliki kuasa, jabatan dan harta benda. Minuman yang memabukan dapat memberi kenikmatan, tetapi di sisi lain membuat kita terlena dan kecanduan bahkan melupakan tugas dan tanggung jawab kita. Demikian juga halnya dengan perempuan, ia dapat memabukan kita bahkan membuat kita tidak berdaya. Peringatan ini sangat krusial bagi para pemimpin yang menjadi panutan banyak orang dan menentukan nasib banyak orang. Minuman keras dan perempuan dapat membuat para pemimpin atau yang memiliki kuasa menjadi tidak berdaya. Tidak hanya pemimpin-pemimpin besar seperti dalam pemerintahan misalnya, tetapi juga pemimpin di keluarga, seorang laki-laki sebagai kepala keluarga harus berhati-hati dengan perempuan dan minuman keras.
Lebih jauh dari hal di atas, amsal ini juga ditujukan bagi semua kaum laki-laki, terkhusus kaum muda. Seorang pemuda yang memiliki dedikasi tinggi, kecerdasan, tubuh yang sehat, wibawa dsb. jangan sampai karena seorang wanita menjadi seperti orang bodoh tidak berdaya, tidak mau belajar, murung, bahkan menjadi sakit-sakitan. Minuman keras sebagai pelarian bagi anak muda perlu diwaspadai, karena jika tidak ia akan menghancurkan masa depannya. Tentunya Tuhan menginginkan agar anak-anakNya menjadi bijaksana dalam menyikapi setiap segi kehidupan. Tuhan juga menginginkan agar kita terlepas dari bahaya akan minuman keras dan perempuan yang menghancurkan hidup kita.

Refleksi
Amsal 31:1-9 merupakan amsal yang berasal dari luar Israel. Meskipun berasal dari luar Israel, Amsal ini tetap memiliki makna teologis. Hal tersebut didasarkan pada Tertib Ilahi yang tertanam di alam semesta untuk mengatur hal yang baik bagi kehidupan manusia. Secara khsusus amsal ini berbicara mengenai bahaya dari minuman keras dan perempuan. Hal ini masih sangat relevan bagi kehidupan kita saat ini. Dan bahaya ini tidak hanya ditujukan kepada para pemimpin atau mereka yang memiliki kekuasaan, namun juga kepada setiap kaum laki-laki. Mereka diajak untuk bersikap bijak terhadap wanita yang dicintainya, serta tidak terjebak di dalam kenikmatan minuman keras yang memabukan.

[1] Dr. Win van der Weiden, Seni Hidup, (Yogyakarta:1995), 48-49.
[2] Pdt. Dr. Barnabas Ludji, Diktat kuliah Hermeneutik PL III: Kitab Amsal, 10.
[3] Tremper Longman III, Hikmat dan Hidup Sukses, (Jakarta: 2007), 91.
[4] Pdt. Ishak Roedy, M.Th., Catatan kuliah: Studi Amsal, (Cipanas: 10 September 2009).
[5] Robert L. Alden, Tafsiran Praktis Kitab Amsal, (Malang:2002), 289-290.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar